Akankah Piala Dunia 2018 di Rusia Jadi Pertandingan Berteknologi Tinggi?

Sportourism.id – Piala Dunia 2018 akan berlangsung Kamis, 14 Juni 2018 besok. Dimulai dengan pertandingan antara tuan rumah, Rusia dengan Arab Saudi dari Grup A. Tak hanya 12 stadion yang sudah siap menampung 64 games, melainkan teknologi yang kali ini dinilai paling canggih dibandingkan Piala Dunia yang pernah ada.

Tak hanya mengandalkan para panitia saja, FIFA World Cup 2018 kali ini juga telah ditingkatkan dengan penggunaan teknologi. Di mana para tim diatur dengan cara baru untuk membantu pelatih dengan perangkat genggamnya. Sementara untuk official lapangan akan dilengkapi oleh Video Assistant Referees (VAR).

Dikutip dari laman cnn.com yang diunggah Selasa, 12 Juni 2018, mengikuti keputusan International Football Association Board untuk menyetujui teknologi genggam di bangku. Badan dunia yang mengatur FIFA pun memungkinkan seluruh tim di turnamen untuk menerima dukungan real-time dari seorang analis sepanjang durasi pertandingan.

”Perangkat lunak dan infrastruktur FIFA telah diberlakukan untuk Piala Dunia 2018, memungkinkan semua tim koneksi yang stabil dan aman antara analis pertandingan yang terletak di tribun untuk staf teknis di sisi lapangan,” kata juru bicara FIFA dalam laman tersebut.

Dengan adanya platform khusus ini, setiap tim yang memilih menggunakan sistem akan memiliki kapasitas yang persis sama untuk menyediakan data visual dan statistik yang dapat menginformasikan pengambilan keputusan selama pertandingan.

Hanya dengan duduk di area media dalam stadion, para analis akan bisa melacak pergerakan pemain dari dua optikal kamera dan dikiri kepada catatan tambahan pelatih melalui klip video dalam performa tim. Informasi ini juga dapat dikirim melalui perangkat tablet yang memungkinkan komunikasi di antara keduanya.

Pada Piala Dunia 2014, informasi dari analis ini hanya diberikan kepada staf pelatih selama istirahat atau setelah pertandingan. Perkembangan teknologi ini juga berpotensi menyulap arena bermain bagi negara-negara yang mungkin tidak mampu membeli teknologi untuk menganalisis kinerja tim mereka.

Lalu bagaimana dengan risiko diretas? FIFA mengingatkan akan bahayanya peretasan bagi performa para pemain dan juga taktik tim. Namun, FIFA tetap berkomitmen untuk mencegah serangan keamanan secara umum.

”Kami melakukan penilaian risiko rutin di berbagai bidang, termasuk kriminalitas siber yang memungkinkan penerapan tindakan pencegahan secara keseluruhan. Bekerja sama dengan pelaksana otoritas nasional dan internasional,” kata jubir FIFA.

Selain perangkat yang dapat membantu pelatih dan melihat performa pemain, bola yang digunakan dalam FIFA World Cup 2018 juga punya teknologi tinggi. Adidas Telstar 18 yang digunakan ini terinspirasi dari bola pertama untuk Piala Dunia 1970 silam.

Tambahannya adalah NFC (Near Field Communication) chip yang terpasang dalam bola, memungkinkan penonton berinteraksi dan merasakan sensasi bola di lapangan melalui smartphone mereka.