Perayaaan usai mencetak gol, menjadi sesuatu yang lumrah bagi pemain. Berbagai cara dilakukan pemain dan para punggawa tim untuk merayakan pencetakan gol ke kandang lawan, mulai berseluncur di rumput, sujud, saling tumpuk oleh kolega tim, salto atau buka baju atau cara lainnya untuk mengungkapkan ekspresi.

Namun, bagi kalangan tertentu, selebrasi pencetak gol bisa menjadi kritikan tajam dan petaka bagi pemain. Ada simbol-simbol yang diyakini menyinggung bangsa atau negara lain.

Seperti halnya, dalam Piala Dunia Rusia, selebrasi dua punggawa Swiss, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka, saat mereka merayakan golnya pada pertandingan atas Serbia, Jumat, 22 Juni 2018, membuat FIFA akan membuka proses disipliner terhadap pemain Swiss tersebut. Swiss mengalahkan Serbia 2-1 di pertandingan Grup E.

Kedua pemain, yang merupakan etnis keturunan Albania dan peninggalan Kosovo, merayakan gol dengan gerakan yang terlihat meniru elang yang tergambar di bendera Albania.

Serbia sendiri, menolak mengakui kemerdekaan bekas provinsi Kosovo tersebut. Wilayah yang hanya memiliki luas 28.748 kilo meter persegi ini, dihuni 2,8 juta pendusuk ini, mayoritas diisi etnis Albania.

Letak Albania sendiri ada di Eropa bagian tenggara yang berbatasan dengan Montenegro di sebelah utara, Serbia (Kosovo) di timur laut, Republik Makedonia di timur, dan Yunani di selatan.

Pencetak gol Swiss tersebut menbantah adanya muatan politik dalam selebrasi tersebut. Menurut mereka, ekspresi keluar karena sebagau hari yang sangat istimewa bagi mereka berdua. Bahakn, kemenangan ini tidak ditujukan pada lawan kita.

Shaqiri membatah jika selebrasu tangan dengan simbol merpati ada hubungannya dengan politik."Ini tentang sepak bola." katannya.

FIFA sendiri menegaskan, bakal membuka persidangan melawan asosiasi sepak bola (FA) Serbia karena kerusuhan massa serta menampilkan pesan-pesan politik dan ofensif oleh fans Serbia terutama pernyataan yang diduga dibuat setelah pertandingan oleh pelatih Serbia Mladen Krstajic.

Krstajic seperti dilansir media mengatakan kepada wartawan Serbia, wasit Jerman Felix Brych, harus diadili di Den Haag, tempat pengadilan kejahatan perang PBB untuk bekas Yugoslavia.

Sepakan keras Granit Xhaka dan gol pdi menit akhir Xherdan Shaqiri membawa Swiss menang dramatis 2-1 atas Serbia pada pertandingan Grup E Piala Dunia. Padahal, Serbia membuka keunggulan melalui sundulan Aleksandar Mitrovic pada menit kelima.

FIFA dalam Piala Dunia Rusia, siap menghukum para pemain, suporter serta tim dan Fedrasi sepak bola jika dalam pertandingan melakukan diskriminasi serta melakukan SARA. Pengawas pertandinganpun disebar FIFA disetiap pertandingan di luar maupun di dalam stadion.