BINH DUONG - Pasukan Garuda Nusantara bersyukur dan bisa bernafas lega karena memiliki seorang Rizky Ridho Ramadhani sebagai pemain belakang dalam tim. Rizky bahu membahu menjaga pertahanan timnya bersama Alfeandra Dewangga di tengah. Sementara dua daerah pertahanan samping dibantu Amiruddin Bagas di kanan dan Salman Alfarid di kiri.

Tipe permainan Rizky sangat efektif sebagai pemain belakang, disiplin serta pekerja keras dan memiliki stamina yang bagus saat menutup ruang-ruang kosong di daerah pertahanan timnya.

Rizky merupakan pemain yang tergabung dengan klub Persebaya Surabaya U-18 bersama dua rekannya, Brylian Aldama dan Mochamad Supriadi. Pemain bernomor punggung 23 yang identik dengan seniornya di klub, Hansamu Yama itu bercerita mengenai senangnya saat terpilih masuk skuat tim dibawah asuhan pelatih sekelas Fakhri Husaini.

“Alhamdulillah, saya banyak bersyukur, akhirnya saya bisa masuk di skuat Timnas, yang ini adalah salah satu impian saya selama menjadi pemain sepak bola. Apalagi, saya dilatih oleh Fakhri Husaini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kepelatihan yang diterapkan oleh beliau,” kata Rizky Ridho, Jumat, 9 Agustus 2019.

Untuk persiapan masuk timnas, Rizky mengatakan tak terlalu banyak yang dilakukannya. Terpenting adalah usaha agar bisa menjaga nama baik Indonesia dan Persebaya.

“Semoga saya bisa menjaga nama baik Indonesia, keluarga dan Persebaya. Saya tentu ingin menampilkan yang terbaik bila diberi kesempatan bermain oleh pelatih, karena kesempatan tidak akan datang dua kali dan semoga Timnas bisa juara di Vietnam,” lanjut dia.

Yang membuat terharu, Rizky mengatakan tak bisa melupakan perjuangan ayahnya, yang selama ini selalu mendukung dirinya bermain sepak bola. Bahkan bertanding di mana pun, sang ayah selalu mendapinginya.

“Yang pasti untuk kedua orangtua saya, alasannya karena beliau sudah mendukung saya dari kecil terutama ayah yang mengantar saya kemana-mana setiap turnamen pada waktu kecil,” ujarnya.

Rizky Ridho masih belum percaya bisa masuk dalam skuat Timnas Indonesia U-18. Oleh karena itu, pemain asal Persebaya Surabaya U-20 ini ingin menunjukan dan memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia U-18. “Awalnya takut, karena semua pemain lain punya nama besar. Namun semakin lama, saya semakin percaya diri,” katanya.

Kepercayaan dirinya semakin besar saat sudah terpilih dalam seleksi yang dilakukan Fakhri Husaini selama pemusatan latihan di Cikarang. Hingga kini bermain di Piala AFF U-18, Rizky berjanji akan membayar kepercayaan pelatih.

Dua laga sudah dijalani Rizky di Piala AFF U-18, Vietnam. Selama menjaga pertahanan tim, gawang yang dijaga Ernando Ari baru kebobolan satu gol, dari Filipina. “Saya senang bisa turut membantu teman-teman memenangkan setiap pertandingan, tanpa mereka, saya tidak akan bisa bermain baik. Ini kerja tim,” tuturnya.

“Kami dalam kondisi bagus, kompak dan bahu membahu saling membantu baik di dalam atau di luar lapangan. Terpenting adalah saya harus fokus dan konsentrasi dengan tim ini, tidak mau memikirkan tim lain,” tukasnya.

Ditanya mengenai kejadian dalam perlawanan di laga kedua dengan Timor Leste, dia menilai lawan seperti mau mencelakai jalannya pertandingan.

“Kejadian itu saya rasa mereka hanya ingin mengacaukan permainan kami dan ritme pertandingan, padahal beberapa menit saja, laga akan berakhir. Namun, saya bersyukur teman-teman bisa mengontrol emosinya. Saya juga bantu mereka agar tidak terpancing provokasi mereka dengan memisahkan teman-teman yang berpotensi melakukan perlawanan kepada lawan,” jelasnya.

Dia merasa senang dengan dua hasil positif yang sudah diraihnya bersama teman-teman satu tim. “Saya senang dengan hasil ini. Siapapun lawan kami, saya dan teman-teman tetap menaruh respek terhadap calon lawan. Kami akan terus bermain lebih baik dari ini,” tutupnya. ***