DENPASAR – Brwa Hekmat Nouri menjadi salah satu pemain yang cukup diperbincangkan, khususnya di kalangan suporter Bali United FC. Tanpa mengesampingkan pemain lain, performa Nouri semakin hari semakin menanjak.

Tanpa disadari juga, garansi kemenangan diberikan dari Nouri kepada Serdadu Tridatu. Meskipun sedikit berlebihan, tetapi itulah kenyataannya. Dihitung secara kasar, Bali United bermain buruk dan menelan kekalahan saat menghadapi Persela Lamongan tanpa kehadiran gelandang berpaspor Irak tersebut.

Di saat yang bersamaan juga, Pelatih Bali United Stefano "Teco" Cugurra membenarkan hal teresebut. "Dia (Brwa Nouri) tidak main lawan Persela, kami kalah dan itu benar. Nouri pemain yang datang dari musim kemarin di Bali United. Saya pikir musim ini dia sudah lebih siap di Liga Indonesia. Saya pikir, dia sudah bisa beradaptasi karena liga di Indonesia dan Eropa berbeda," ucapnya.

Peran Nouri yang cukup sentral juga terlihat dari statistik dalam 11 pertandingan. Bermain di 10 pertandingan, Nouri tidak pernah tergantikan. Total, Nouri bermain selama 900 menit dalam 10 pertandingan.

Selain itu, dia juga berhasil membukukan 458 umpan atau hanya kalah dari Evan Dimas Darmono (Barito Putera) yang melesakkan 497 kali umpan sukses. Dia juga cukup tenang di lini tengah. Mantan pemain Ostersund FK tersebut menjadi penyeimbang sempurna untuk lini tengah Serdadu Tridatu. Dia juga tidak panik ketika hilang bola.

"Adaptasinya bagus dengan pemain lain. Termasuk dengan Paulo Sergio dan Fadil Sausu. Dia mengerti sistem. Saya akui, dia bermain cukup bagus dan menonjol," ucap Teco. Mantan arsitek Persija Jakarta tersebut juga menjelaskan jika Nouri menjadi salah satu pemain yang memiliki jangkauan lari paling jauh.

Dari data GPS vest, Nouri berlari setidaknya sembilan sampai 10 km per pertandingan. Namun, Teco enggan membeberkan data statistik lainnya. Pemain yang dijuluki Nouridin tersebut oleh suporter Bali United juga disamakan dengan legenda Barcelona, Pep Guardiola. Kebetulan, posisi kedua pemain sama-sama gelandang bertahan dan memiliki kemiripan wajah. Kedua pemain sama-sama berkepala plontos dan berjambang.

"Banyak orang yang melihat teknik dia. Dia bagus saat passing. Dia juga kerja keras saat hilang bola. Tugasnya sebagai gelandang bertahan bagus untuk mematikan pemain lawan. Dia adalah jembatan antara lini tengah dan depan," tutup Teco. ***