TOKYO - Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie berhasil menembus babak final pertamanya pada turnamen level super 750 di Japan Open 2019. Ia sudah pernah menjadi jawara di turnamen level super 300 New Zealand dan Australia Open 2019 lalu, serta menjadi finalis turnamen level super 500 di Korea Open 2017.

Jonatan melaju ke final setelah mengalahkan Jan O Jorgensen (Denmark), dalam dua game langsung, dengan skor 21-14, 21-14. Penampilan Jonatan di babak semifinal ini memang cukup agresif, namun ia tetap bermain dengan sabar dan tidak buru-buru mematikan pertahanan Jorgensen.

"Tadi habis tanding, Jan O bilang kalau saya kuat sekali, mungkin karena faktor usia juga, saya lebih muda dan perbedaan usia kami terpaut cukup jauh, ini salah satu keuntungan untuk saya di pertandingan ini," kata Jonatan usai pertandingan.

"Jan O di tiga pertandingan sebelumnya main rubber game dari lawan Lin Dan, Chou Tien Chen sampai Rasmus Gemke. Jadi mungkin dia kelelahan, kesempatan ini saya manfaatkan," tambahnya.

Di partai puncak, Jonatan akan berhadapan dengan Kento Momota yang merupakan wakil tuan rumah dan penghuni rangking satu dunia. Pada pertemuan terakhirnya dengan Momota di Malaysia Open 2019, Jonatan menang straight game dengan skor 22-20, 21-15.

"Pastinya kita tahu kalau dia salah satu pemain terbaik saat ini. Bisa dilihat dari rangking kalau dia pemain nomorn satu dunia dan juara dunia juga. Saya rasa besok tidak akan mudah seperti sebelumnya, saya berharap saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya," sebut Jonatan.

"Momota adalah pemain yang hampir mencapai sempurna bermainnya, tapi tiap pemain pasti punya kelemahan. Saya akan berusaha mencari kelemahan dia, lihat video pertandingan, sehingga saya sudah tahu besok aka menerapkan permainan seperti apa," ungkap Jonatan.

Grafik penampilan Jonatan memang tengah meningkat, ia mengatakan gaya permainannya memang lebih baik dari sebelumya. Kali ini Jonatan bermain lebih tenang, lebih sabar, tidak buru-buru mau mematikan lawan.

"Ini berdampak besar terhadap lawan-lawan saya, jadi lawan tidak menganggap saya, oh tunggu saja Jonatan bikin kesalahan sendiri. Sekarang saya bisa berubah untuk lebih sabar, kuat, tahan dan berani adu reli sama lawan," pungkasnya. ***