JAKARTA - Tim Davis Cup Indonesia mengincar kemenangan dari sektor tunggal saat menghadapi Selandia Baru pada babak pertama Grup II zona Asia/Oceania Piala Davis 2019 yang akan digelar di Gelora Bung Karno Tennis Stadium, Senayan, Jakarta, 14-15 September 2019. 

"Ada tiga pemain bisa dimainkan di single, yaitu David, Rifki, sama Anton. Yang pasti David akan diturunkan sedangkan yang lainnya masih dilihat kesiapannya," tutur pelatih Tim Davis Cup Indonesia, Febi Widianto kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Tim Piala Davis Indonesia akan diisi sejumlah pemain di lini tunggal dan ganda. Mereka adalah David Agung Susanto (peringkat 1.278 tunggal, 1.015 ganda), Anthony Susanto (1.583 ganda), M. Rifki Firiadi dan Ari Fahresi, serta Febi Widhiyanto.

Di atas kertas, Selandia Baru menurunkan komposisi tim yang lebih kuat. Mereka mendaftarkan Ajeet Rai (744), Rheet Purcel (922), Michael Venus, Marcus Daniell, dan Artem Sitak. Venus bahkan tercatat menduduki peringkat kesepuluh dunia di sektor ganda. Meski tertinggal secara peringkat, Febi meyakini mental anak-anak asuhnya tidak merosot.

"Di satu tim pasti ada leader. Dulu Christo (Christopher Rungkat), sekarang waktunya David yang menggantikannya. Untuk memberi motivasi kepada anak-anak," tambah Febi.
Terkait David, petenis berusia 28 tahun ini sempat mengalami cedera sekitar dua pekan silam, namun Febi mengonfirmasi bahwa sang petenis telah pulih sepenuhnya. Peraih medali emas ganda campuran pada Asian Games 2018 Christopher Rungkat dipastikan absen mengikuti turnamen ini.

Saat ditanyakan alasan mengapa Christopher tidak dipanggil masuk tim, Febi mengatakan kondisi fisik sang pemain masih belum pulih total setelah mengikuti Amerika Serikat Terbuka. "Apalagi Christo kan pemain profesional jadi sudah ada agenda," ujar dia.

Berbicara masalah peluang, Febi menyebut tetap optimistis Indonesia bisa memberikan perlawanan. Terlebih faktor tuan rumah menurutnya cukup berpengaruh kepada penampilan David Agung Susanto Cs.

"Hanya memang untuk nomor ganda, bukan kami pesimistis, tetapi pemain mereka ada yang berperingkat 9 dan 44. Tetapi kami akan berusaha. Semoga saja ketika main mereka sedang tidak fit, sehingga kami bisa ambil," ujarnya.

"Keuntungan lainnya, kami sebagai tuan rumah tentu atmosfer yang didapatkan berbeda. Saya sih menerapkan kepada anak-anak agar mereka lebih enjoy dan lepas. Dengan demikian permainan mereka juga lebih bagus," pungkas Febi.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) Rildo Anwar menyatakan, para pemain Indonesia siap menjamu Selandia Baru.
"Ini akan jadi pertandingan yang menantang karena lawan diisi dengan pemain-pemain yang punya peringkat tinggi. Tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik," ujar dia.

Melihat rentang peringkat yang jauh antara atlet Indonesia dan Selandia Baru, potensi untuk bisa meraih poin hadi dari sektor tunggal. Adapun untuk ganda, ia mengharapkan ada keajaiban. "Semua pemain sudah ada di sini sejak akhir pekan kemarin, fokus berlatih. Kita ini tuan rumah. Para penonton diharapkan bisa mendukung langsung di sini. Targetnya menang 3-2 atau kalahpun tipis, 2-3," ujar Rildo.

Petenis berusia 17 tahun, Ari Fahresi mengaku tak gentar. Selain bangga bisa membela nama Indonesia, lulusan terbaik sekolah olahraga Ragunan, Jakarta ini punya perasaan menggebu untuk membuktikan diri. Menurut dia, pengalaman dari Piala Davis akan sangat berharga untuknya.

"Saya senang bisa bergabung bersama para senior. Saya mau ambil pelajaran dan berusaha memberikan yang terbaik. Sejauh ini saya sudah sering tanding di level senior jadi nanti akan berusaha jaga mental saja," kata dia.

Dari kubu lawan, Rheet Purcel memastikan ia dan rekan-rekannya akan main habis-habisan. Walaupun jarak peringkat dengan pemain-pemain Indonesia sangat jauh, ia menjamin Selandia Baru tidak akan menganggap enteng. "Kami tidak terlalu mengetahui kekuatan pemain-pemain Indonesia, tapi kami tahu bermain melawan mereka tidak akan mudah," ujarnya. ***