SPORTOURISM—Tak perlu jauh-jauh pergi dan buang uang percuma bila sekadar ingin melihat dan merasakan berbelanja di floating market. Tidak usah jauh-jauh ke Bangkok.

Di Banjarmasin ada floating market bernama Pasar Terapung Muara Kuin yang menjual beraneka macam kebutuhan masyarakat Banjarmasin. Pasar Terapung Muara Kuin berdiri sudah lima abad lebih, tepatnya sejak aliran Kuin dan Barito menjadi pusat niaga Kesultanan Banjar.

Meski saat ini jumlah pedagangnya terus berkurang dan sistem barter sudah ditinggalkan, tetapi aktivitas pasar terapung belum padam. Sebagai salah satu pasar tradisional tertua di Indonesia, pasar terapung menjadi tempat tujuan wisata utama di Kota Seribu Sungai Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Untuk bisa menikmati pasar terapung, Sahabat Sporto harus rela bangun sebelum pukul empat pagi,  lalu berlayar dengan kelotok atau perahu motor ke muara Sungai Kuin. Adapun dermaga terdekat dengan muara terletak di Desa Alalak.

Desa Alalak berjarak sekitar 15 menit perjalanan darat dari Kota Banjarmasin dan 10 menit berlayar ke Pasar Terapung Muara Kuin. Sahabat Sporto bisa menyewa kelotok dari Desa Alalak, harganya berkisar antara Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu per kelotok. Ini sudah mencakup perjalanan pulang-pergi.

Bila Sahabat Sporto menginap dekat aliran sungai, Sahabat Sporto bisa memesan kelotok satu hari sebelumnya dan minta dijemput di dermaga sekitar hotel. Harga sewa kelotok berkapasitas 10-15 orang ini relatif lebih mahal, yakni Rp 150 ribu.

Sampai di muara, Sahabat Sporto akan bertemu dengan sekitar 20-30 jukung yang memuat hasil pertanian dan perkebunan dari hulu. Ada beraneka ikan, sayur mayur, dan buah lokal semisal nanas, kasturi, dan pisang.

Beberapa jukung juga menjual makanan khas Banjar seperti soto banjar, udang galah, nasi sop banjar, dan wadai atau kue populer seperti bingka kentang, lam, dan kue ipau.

Nah, bila Sahabat Sporto belum sempat sarapan, bisa kok mencicipi aneka jajanan dan masakan khas banjar buat mengisi perut sambil menikmati atmosfer Pasar Terapung Muara Kuin.

Sahabat Sporto cukup berseru, “Soto banjar!” maka jukung yang menjual kuliner tersebut akan menghampiri kelotok Sahabat Sporto. Seporsi soto banjar pun tersedia. Hmm.. lezat!

Biasanya, untuk mengoper barang dagangan dari satu kelotok ke kelotok lainnya, pedagang yang mayoritas perempuan paruh baya asal Suku Banjar tersebut akan mengangkat tongkat dengan kaitan kawat. Pada masing-masing kelotok juga disediakan tongkat sejenis.

Sesaat setelah matahari terbit, keramaian Pasar Terapung Muara Kuin segera selesai.

Objek wisata lain yang lokasinya tidak jauh dari pasar adalah Pulau Kembang. Taman Wisata Pulau Kembang dihuni oleh ratusan kera londo alias bekantan (Nasalis larvatus), primata berhidung besar yang menjadi maskot Kalimantan Selatan. Sahabat Sporto bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Kembang tersebut. [  ]