SPORTOURISM - Sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang berlangsung di Jeju Island, Korea Selatan pada Kamis, (07/12), menetapkan usulan Indonesia, yakni Pinisi: Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan (Pinisi: Art of Boatbuilding in South Sulawesi) ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Bukan hanya sebagai perahu tradisional masyarakat yang tangguh, bagi wilayah kepulauan seperti Indonesia. Tapi juga tangguh pada pelayaran Internasional. Selain itu, Pinisi juga dikenal sebagai lambang teknik perkapalan tradisional negara Kepulauan.

Pinisi menjadi bagian dari sejarah dan adat istiadat masyarakat Sulawesi Selatan dan wilayah Nusantara lainnya. Pinisi pun mengacu pada sistem tali temali dan layar sekuner Sulawesi.

Ditetapkannya Pinisi: Art of boatbuilding in South Sulawesi ke dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO, merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting pengetahuan akan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki Indonesia dan diturunkan dari generasi ke generasi, kemudian terus dikembangkan hingga sampai ini.

Maka dari itu, dengan penetapan pinisi, Indonesia memiliki delapan elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Tujuh elemen yang terdaftar, yaitu Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012), dan Tiga Genre Tari Tradisional Bali (2015). Serta satu program Pendidikan dan Pelatihan tentang Batik di Museum Batik Pekalongan (2009).

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) atau Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, jika komunitas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengusulan Pinisi ke dalam daftar ICH UNESCO, hal ini menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah serta komunitas.

Selain itu, sekaligus memberikan perhatian lebih dalam pengelolaan Warisan Budaya Takbenda di wilayahnya masing-masig. Khususnya untuk pengembangan pengetahuan, teknik dan seni warisan budaya tak benda yang perlu dilestarikan di tanah air pada umumnya, seperti pembuatan perahu tradisional Pinisi ini.

Bersama dengan terpilihnya Pinisi masuk dalam kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, diinskripsi juga antara lain, Organ Craftsmanship and music dari Jerman, Kumbh Mela, Festival keagamaan terbesar dari India yang dilaksanakan 12 tahun sekali; Art of Neapolitan Pizzaiuolo dari Italy dan Traditional System of Corongo’s water judges dari Peru.