SPORTOURISM - Tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno kini menggunakan kursi satuan. Lebih rapih dan aman namun kapasitasnya menyusut menjadi 80 ribu.

Proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dimulai Agustus 2016. Di mana, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa Kerjasama Operasi (KSO) dipercaya sebagai kontraktor dengan menandatangani kontrak sebesar 769,7 miliar rupiah.

Secara keseluruhan renovasi venue dan penataan kawasan GBK yang dilakukan Kementerian PUPR sudah mencapai 99 persen. Kini, GBK tampil dengan wajah baru yang menawan. Bahkan disebut-sebut sebagai salah satu stadion yang terbaik di dunia. Terutama dari segi penerangan.

"Untuk venue olahraga hampir seluruhnya sudah selesai. Kami mengusulkan diresmikan Bapak Presiden," kata Menteri Basuki.

Selain penerangan dan pengeras suara yang lebih manteb, GBK juga tampil dengan kursi tribun baru. Kualitas kursi yang baru jauh lebih bagus, dengan jenis single seat atau satuan dan bisa dilipat.

Setiap kursi mampu menahan beban hingga 250 kilogram. Kemudian tidak mudah ditarik sehingga meminimalisir aksi vandalisme. Selain itu, kursi-kursi tersebut juga memenuhi standar aksesibilitas evakuasi.

"Sudah mengikuti standar FIFA dalam aspek keamanan yaitu dalam kondisi darurat, dalam waktu 15 menit, stadion sudah harus kosong," tambah Menteri Basuki.

Namun dengan penggunaan kursi satuan tersebut, daya tampung GBK kini tinggal 80 ribu. Berkurang delapan ribu dari kapasitas saat menggunakan kursi panjang.