SPORTOURISM – Bila Sahabat Sporto mendengar nama ular, pasti langsung terpintas hewan yang mengerikan dan berbahaya. Memang ular itu hewan yang mempunyai daerah kekuasaan yang telah di klaim. Jika melanggar, secara naluriah ular akan memepertahankan daerahnya.

Bagaimana cara menyikapi jika bertemu ular di lingkungan rumah ? Bagaimana bisa mengetahui apakah ular itu berbahaya atau tidak?  Sahabat Sporto, mesti mengetahui perbedaan antara ular berbisa dan tidak.

Nah, ada Yayasan Sioux Indonesia, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat non-profit di Indonesia yang berkecimpung di dalam dunia konservasi ular. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap ular, dengan harapan agar masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam mencegah kepunahan ular.

Yayasan Sioux Indonesia secara aktif mengadakan Workshop, roadshow dan kegiatan kepramukaan untuk mengedukasi dan mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap ular. Belum lama ini diadakan acara bertajuk Snake Handling Training and Basic Training Muscle 2018, untuk membekali diri dalam menangani ular dengan benar dan aman. Karena perlu dilakukan oleh semua orang dan bahkan untuk para keluarga di rumah.

 

Yayasan Sioux Ular Indonesia menggelar program pelatihan singkat untuk menangani ular dengan materi aspek biologi ular, teknik penanganan gigitan ular, teknik dasar identifikasi ular, dan praktek teknik menangani atau menangkap ular.

Program Shading dilaksanakan Sabtu, 24 Maret 2018 dari jam 9 pagi sampai selesai di Jalan raya Punten No. 08 A Kec. Bumiaji Mako Gudang BPBD Kota Batu, Jawa Timur. Sharing diikuti 53 peserta dan BTM diikuti 28 relawan baru Sioux yang berasal dari Kota Batu, Malang, Tulung Agung, Nganjuk, Kediri, Gresik, Surabaya, Ponorogo, Ngawi, Jember, Pasuruan, Situbondo, Pontianak, dan Waingapu, Sumba NTT.

“Semoga dengan Snake Handling Training and Basic Training Muscle bisa merealisasikan visi dan misi dari Yayasan Sioux, yang bertujuan memberikan pengetahuan Snake Handling Training kepada masyarakat melalui ketrampilan dan membuka pendaftaran anggota muscle melaui BTM. Peserta dapat menambahwawasan tentang penangan gigitan ular secara benar oleh Dr. dr. Tri Maharani M.Si, Sp.EM,”  Lorenzia Rezael Sanjaya, anggota dari Yayasan Sioux Indonesia