SPORTOURISM – Hari Raya Nyepi merupakan hari besar umat Hindu untuk menyambut pergantian Tahun Saka. Pada Hari Raya Nyepi ini, seluruh umat Hindu di Bali melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia manusia yang bersih, suci lahir batin.

Di balik sakralnya perayaan tersebut, efek dari Nyepi ini ternyata menjadi inspirasi warga dunia untuk membentuk sebuah gerakan yang bernama World Silent Day (WSD) atau Hari Hening Dunia. Gagasan mengangkat kearifan lokal di Bali ini sebagai salah satu cara mudah mengurangi emisi gas rumah kaca.

Selama Nyepi, diperkirakan penurunan emisi CO2 di Bali  mencapai paling sedikit 20 ribu ton karena kendaraan bermotor, mobil dan pesawat terbang berhenti  beroperasi. Aspek ekologis tersebut yang ditawarkan ke dunia internasional. Kemudian PBB melalui United Nation Convention on Climate Change (UNFCCC) menetapkan WSD tanggal 21 Maret tiap tahunnya.

Sesuai namanya, WSD merupakan gerakan masyarakat bersama untuk menyelamatkan bumi. Pada hari tersebut, tiap orang diminta menjadi hening, mengurangi kegiatan harian, termasuk mengurangi berkendaraan. Tiap orang diminta berkontribusi mengurangi konsumsi energi, sumber daya alam dan bahan-bahan lain.

Selain itu, WSD juga merupakan gerakan moral untuk memberikan ruang bagi bumi untuk bernapas, walaupun hanya sehari. Bila setiap orang dapat berpartisipasi dalam WSD ini maka dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi semua aktivitas dan konsumsi energi selama satu hari.

Sedangkan dipilihnya tanggal 21 Maret untuk WSD karena sebagai simbol peralihan menuju kehidupan baru dan pada saat itu matahari berada pada titik vernal equinox dan akan bergerak dari khatulistiwa ke arah utara.