SPORTOURISM - Mempelajari Tari Topeng Betawi dapat memberikan banyak manfaat. Sebab, selain mempelajari gerak tarian, juga dituntut memiliki olah pernafasan yang baik.

Menggunakan perlengkapan berupa topeng, para penari akan memiliki keterbatasan asupan udara. Untuk itu, diperlukan keahlian khusus dan latihan yang tekun agar menjadi terbiasa. Terlebih, dalam Tari Topeng Betawi gerakannya cukup dinamis.

Salah seorang instruktur Tari Topeng Betawi, Kartini (57) menuturkan, tarian ini memiliki 11 gerakan utama di antaranya gibang, tidak selancar, kewer, goyang dan pablang.

"Kesulitannya, bila belum terbiasa menari menggunakan topeng dapat menimbulkan rasa mual karena oksigen yang dihirup ada keterbatasan," kata Kartini. Menurutnya, Tari Topeng Betawi memiliki makna yang menggambarkan keseharian sifat dan karakter manusia itu sendiri.

"Ada karakter halus dan keras sehingga hal itulah yang dibawakan dalam Tari Topeng Betawi. Dulunya tarian ini dipentaskan sebagai bagian dari acara adat seperti, hajatan dan syukuran," ujarnya.

Tari Topeng Betawi sudah disukai Kartini sejak dirinya berusia 11 tahun. Kala itu, dia mendapatkan pelatihan langsung dari neneknya. "Nenek saya kebetulan penari juga, beliau sering pentas dari kampung ke kampung pada masa itu," ujarnya.

Menjadi instruktur Tari Topeng Betawi sudah dilakoni Kartini sejak tahun 1985 lalu. Hal ini tidak terlepas dari kencintaan serta dedikasinya untuk melestarikan seni dan budaya Betawi. "Saat ini, setiap hari Minggu saya rutin memberikan pelatihan di anjungan DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur," katanya.