SPORTOURISM – Konser Pejalan ke-empat telah sukses digelar para 10 -11 Maret 2018. Perhelatan ini berlokasi di Pulau Seni, Danau Siombak, Situs Musium Kota China, Medan Marelan. Acara yang di usung secara kolektif oleh beberapa organisasi mahasiswa, komunitas dan individu-individu lainnya ini bertujuan untuk menciptakan sebuah jejaring berkomunal di Indonesia, khususnya di Kota Medan.  

Oleh karena itu, Konser Pejalan hadir sebagai pemicu kesadaran akan pentingnya sebuah keterikatan di berbagai interest area. Dengan mengusung tema “Merawat Bumi” maka manusia patutlah sekiranya merawat apa yang menjadi tempatnya untuk tinggal dan berkembang biak secara baik.

Sadar Kawasan adalah salah satu konten yang di angkat di acara Konser Pejalan yang keempat ini. Sadar Kawasan merupakan sebuah pergerakan kampanye untuk mengajak para penggiat alam agar dapat lebih bijak ketika melakukan kegiatan di alam bebas.

Selain itu, Konser Pejalan juga merupakan sebuah ruang berkesenian untuk para seniman di Kota Medan. Hal ini adalah bentuk apresiasi untuk para seniman dan sebuah tamparan terhadap Pemerintah Kota Medan yang memandang seni dengan sebelah mata.

Dengan diadakannya Konser Pejalan ini di harapkan kesadaran untuk semua elemen berkomunal di Indonesia Khususnya di Kota Medan untuk menyadari akan luasnya pengertian sebuah kebersamaan, terus menghasilkan atau memberikan sebuah karya dengan tetap menjaga alam di Indonesia.

Acara di mulai pada pukul 19.00 wib oleh penampilan kolaborasi antara Agus Susilo dan Sorkam dengan membawakan sebuah musikalisasi puisi yang mengangkat sejarah dan polemik di Kota Medan termasuk Danau Siombak sendiri. Bukan hanya itu, sambutan hangat dari Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S. yang memaparkan sejarah singkat tentang peradaban besar yang pernah ada di Medan Marelan sampai masuknya bangsa Tamil ke Medan.

Kemudian disusul oleh beberapa sambutan meriah lainnya, antara lain; Mustank yang merupakan ketua PKD (Pusat Kordinasi Daerah) Sumatera Utara, Sorkam yang menampilkan music ethnic,  Kidung Saujana seorang pejalan dari Bandung yang menyampaikan materi diskusi sadar kawasan, Rumah Mata yang menampilkan aksi teatrikal.

Malam itu juga diwarnai dengan penampilan Monolog dari Teater-U, penampilan Musik dari Ando sipayung. Akhirnya kegiatan malam itu ditutup oleh penampilan musikalisasi puisi dari Nusalayaran yang mengangkat kerusakan sebuah kawasan Cagar Alam Komojang/Danau Ciharus yang terletak di Kota Bandung.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove dan materi dari salah satu nominasi penghargaan Kalpataru kategori perintis lingkungan hidup Wibi Nugrah, yang juga merupakan pengelola Rumah Mangrove Desa Bagan percut, Deli serdang.

Pada akhirnya semoga kegiatan Konser Pejalan ini dapat menjadi sebuah ruang alternatif diskusi dan memberikan efek positif di tengah banyaknya pemikiran-pemikiran skeptis dan “masa bodoh” terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.