SPORTOURISM - Jika mengambil paket large dalam wisata panjat tebing rekreasi di Badega Gunung Parang, Sahabat Sporto bisa bermalam di puncak Tower III.

Wisatawan berbondong-bondong datang ke Gunung Parang untuk menikmati sensasi panjat tebing rekreasi via ferrata. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa membawa pulang oleh-oleh foto mengesankan yang kemudian siap diunggah ke media sosial. Sesuatu yang kini sudah menjadi tuntutan bagi generasi milenial.

Salah satu pengelola yaitu Badega Gunung Parang menyiapkan tiga paket via ferrata yang bisa dinikmati. Yaitu paket small dengan ketinggian 250 meter, paket medium yang mencapai 300 meter dan peket large yang memiliki jalur besi hingga puncak Tower III.

Selain menikmati sensasi panjat tebing yang menantang, Sahabat Sporto juga bisa bermalam di puncak dengan mengambil paket large yang harganya Rp 350 ribu. Seperti yang dilakukan rombongan TNT - komunitas mendaki asal Bekasi, pada Sabtu (5/8).

Sebanyak 20 pendaki TNT berangkat dari basecamp Badega pada pukul 16.00 WIB, dan menyelesaikan rock climbing via ferrata selama empat jam. Sampai di puncak Tower III, mereka langsung mencari lokasi untuk mendirikan empat tenda.

"Ini rombongan terbanyak yang pernah saya dampingi ke puncak Tower III," kata Baban Yohana, salah satu pengurus Badega Gunung Parang.

Sama seperti rombongan pendaki pada umumnya, jika tenda sudah berdiri kokoh, maka urusan perut menjadi hal yang paling disegerakan. Lelahnya memanjat tebing membuat mereka tidur dengan lelapnya.

Namun, sebelum membuat petualangan baru di dunia mimpi, mereka mencoba menikmati semilir angin yang mengipasi tenda di ketinggian 900an mdpl. Semilir angin yang diiringi krik-krik suara jangkrik.

Ketika pagi menjelang, serunya kebersamaan kembali tumpah ruah berantakan. Canda tawa gembira dan minuman penghangat seolah menyambut detik menit sang surya yang perlahan menyinari.

Panas matahari mulai menerjang, itu artinya rombongan TNT bersiap pulang. Tidak hanya berkemas segenap perlengkapan bermalam, tapi juga membawa turun semua sampah sisa petualangan. [***]