Sportourism - Menjelajah Museum Basoeki Abdullah

Menjelajah Museum Basoeki Abdullah

Menjelajah Museum Basoeki Abdullah

SPORTOURISM - Siapa yang tidak mengenal sang maestro seni lukis yang dimiliki Indonesia, Basoeki Abdullah. Hasil karya seni lukis dan koleksi seni peninggalan sang maestro yang meninggal pada 5 November 1993 ini, dapat Anda kunjungi di Museum Basoeki Abdullah yang terletak di Jalan Keuangan Raya No 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Museum ini berdiri sejak 1995, namun baru diresmikan oleh pemerintah menjadi museum wisata sejarah pada 25 September 2001. Tujuannya, untuk lebih mengenal sosok dan hasil karya seni lukis serta koleksi benda-benda seni bernilai tinggi milik Basoeki Abdullah.

Berdirinya museum yang saat ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berdasarkan amanat atau surat wasiat Basoeki Abdullah kepada keluarganya agar hasil karyanya di serahkan kepada pemerintah.

9 November 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan gedung baru museum tersebut. ‎Sebelumnya, Museum yang menyimpan 113 benda koleksi dan sekitar 50-60 lukisan ini hanya memiliki satu gedung atau rumah dua lantai seluas 600 meter dengan luas tanah sekitar 450 meter.

Sportourism pun berkesempatan menjelajahi tempat wisata edukasi ini ditemani Humas Museum Basoeki Abdullah, Septian Tito, Rabu (11/1/2017).

Saat memasuki kawasan museum, pengunjung akan disambut patung Basoeki Abdullah hasil karya seniman lokal. Patung tersebut terletak di depan gedung sebelah kiri museum. Memasuki gedung lama, pengunjung pertama-tama melihat ruang tamu keluarga Basoeki Abdullah serta lukisan gambar sang istri, Nataya Nareerat yang berkebangsaan Thailand.



Selain itu, lukisan gambar anak Basoeki, Cicilia Sidati, lukisan gambar Basoeki dan lukisan karya Basoeki yang diberi judul sungai tak pernah kembali, juga terpampang di ruang yang sama. "Ini ruang tamu dibiarkan seperti aslinya, tidak diubah-ubah," ujar Tito. Memasuki ruang kedua disamping ruang tamu atau ruang tengah, terdapat katalog hasil karya seni lukis Basoeki.



Salah satunya lukisan Ratu Yuliana, yang dimenangkan Basoeki dari sayembara kerajaan Belanda yang mengalahkan 87 pelukis di eropa. Masih di ruangan yang sama, terdapat juga koleksi benda-benda pribadi seperti jas panjang Basoeki, baju tidur dan lainnya. "Pak Basoeki dulu lama tinggal di eropa, makanya ada koleksi jas panjang," kata Tito.



Disamping ruang tamu, terdapat kamar tidur Basoeki Abdullah. Sayangnya, Sportourism tidak dapat memasuki kamar tersebut karena memang tidak bisa semua orang memasuki ruangan tersebut.

Di ruangan belakang lantai 1 gedung lama ini, terdapat koleksi aksesoris Basoeki Abdullah. Diantaranya, sentana, katana, rencong, keris, pisau mandau, senjata tentara sampai senjata zaman VOC.



Naik ke lantai 2 gedung lama museum ini, terdapat koleksi wayang Basoeki Abdullah. "Kenapa koleksi wayang? Karena Basoeki Abdullah besar di Keraton Solo. Wayang ini jadi inspirasi lukis Basoeki," jelasnya.

Beranjak ke ruangan tengah yang merupakan ruangan keluarga, terdapat banyak lukisan. Namun, karena museum ini sedang tahap renovasi, maka lukisan tersebut tidak dipajang. "Ayah Basoeki, Abdullah Soryo Subroto pelukis. Adiknya Sujono Abdullah, juga seniman. Jadi mereka keluarga seniman," katanya.

Masih di lantai 2 gedung lama, terdapat ruangan yang berisi lukisan potret atau dan tokoh-tokoh dunia. Diantaranya, Pangeran Diponegoro‎, R.A. Kartini‎, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ibu Tien Soeharto, Ferdinand Marcos, Raja Fahd, Lee Kuan Yew, Presiden Soekarno dan lainnya. "Museum Basoeki Abdullah ini bisa dibilang aset Internasional, karena banyak lukisan-lukisan tokoh Internasional," katanya.



Wadah Seniman Muda

‎Beranjak ke lantai dua gedung baru yang letaknya berdampingan dengan gedung lama, terdapat ruang pameran lukisan hasil karya-karya seniman muda Indonesia. Menurut Tito, pihaknya mewadahi hasil karya-karya seni lukis seniman muda usia 17-30 tahun untuk di pajang di Museum ini.



Tidak hanya itu, pihaknya juga mengadakan kompetisi seni rupa setiap tahunnya. "Kompetisi seni rupa sudah sangat jarang. Ini lukisan di ruangan ini semua hasil karya anak muda dari seluruh Indonesia," katanya.

Keluar dari ruangan pameran tersebut, mata pengunjung langsung tertuju lukisan perjalanan hidup Basoeki Abdullah hasil karya seniman-seniman muda Indonesia. Bukti museum Basoeki Abdullah menjadi wadah para seniman muda untuk bekerja, dapat dilihat dari adanya ruangan serba guna yang berada di lantai 3 gedung baru.



Sekedar informasi, tiket masuk museum ini hanya Rp 2000 untuk orang dewasa dan Rp 1000 untuk anak-anak. Bagi pengunjung yang beruntung, juga akan mendatangkan buku biografi Basoeki Abdullah secara gratis. Museum ini juga menyediakan dua orang pemandu wisata. (Robbi Khadafi)