SPORTOURISM - Wajar jika Vihara Avalokitesvara dikunjungi banyak warga yang bukan Etnis Tionghoa saat perayaan Imlek. Itu karena letak kelenteng berada di tengah-tengah pemukiman warga Banten lama yang mayoritas muslim. Berbeda dengan Kelenteng Boen Tek Bio yang berada di Pecinan Tangerang atau yang biasa disebut Cina Benteng.

Vihara Avalokitesvara Banten merupakan Kelenteng Tri Dharma yang berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Vihara yang memiliki luas kurang lebih sepuluh hektare itu disebut-sebut sebagai kelenteng tertua di Banten.

Sama seperti kelenteng pada umumnya, Avalokitesvara menjadi tempat perayaan Imlek 2018. Bedug Tahun Baru Cina 2569 ditabuh pada Jumat (16/2) pukul 00.00 WIB. Suasana ramai di sekitar kelenteng sudah terasa sejak beberapa hari jelang Imlek. Tidak hanya penjual makanan dan minuman, brand susu kaleng hingga dealer mobil turut memanfaatkan momentum itu untuk meningkatkan penjualan.

Ada perbedaan mencolok antara Imlek di Avalokitesvara Banten dengan perayaan di beberapa kelenteng Jabodetabek. Salah satunya dengan Kelenteng Boen Tek Bio yang berada di Pasar Lama Tangerang.

Dalam setiap perayaan Imlek, wajar jika Avalokitesvara dikunjungi banyak warga sekitar yang bukan Etnis Tionghoa. Itu karena letak kelenteng berada di tengah-tengah pemukiman warga Banten lama yang mayoritas muslim. Berbeda dengan Boen Tek Bio yang berada di Pecinan Tangerang atau biasa disebut Cina Benteng.

Bahkan, jemaat yang datang dalam perayaan Imlek 2018 justru kebanyakan dari luar kawasan Banten Lama. Ada yang dari Serang Kota, Pandeglang bahkan Jakarta. Seperti Janetta Huang dan keluarganya.



"Saya datang bersama keluarga dari Jakarta. Kami sering merayakan Imlek di sini. Sekalian mengunjungi saudara. Semoga di tahun ini saya menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin berbakti pada orang tua," kata Janet kepada Sportourism di bangunan utama Avalokitesvara pada Jumat (16/2) siang hari WIB.

Kawasan Banten Lama merupakan peninggalan kejayaan Kesultanan Banten. Termasuk Avalokitesvara di dalamnya. Kelenteng Tri Dharma itu tidak bisa dilepaskan dari kisah Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Tokoh penyebar islam di tanah Jawa itu memiliki istri keturunan Kaisar Cina bernama Putri Ong Tien. Melihat banyak pengikut putri yang masih memegang teguh keyakinannya, Sunan Gunung Jati membangun vihara tersebut pada 1542.



Selain itu, satu hal lagi yang membedakan suasana Imlek di Avalokitesvara dengan Boen Tek Bio yaitu soal kuliner khas Etnis Tahun Baru Cina. Terlepas dari Boen Tek Bio yang kini berasa di tengah pasar, ada banyak penjual makanan khas Etnis Tionghoa di depan kelenteng. Seperti kue keranjang, kue kutrigu, bika ambon, dodol manis, kue lapis, kue pepe dan kue bugis.

Sedangkan di sekitar Avalokitesvara, Sahabat Sporto hanya akan menemukan warung nasi dan kopi berjejer, penjual burung dan durain. Maklum, di Banten saat ini tengah musim durian.