Jakarta - Kementerian Pariwisata berencana meresmikan Tourism Hub Information Counter di Bandara Internasional Changi, Singapura, Rabu (21/8) mendatang. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencapaian target kunjungan 20 juta wisman sepanjang tahun 2019.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, memasuki bulan ke-4, Program Tourism Hub sudah mulai menunjukkan manfaatnya. Ini terbukti dengan semakin banyaknya turis asing yang berkunjung ke Batam dan Bintan melalui Singapura.

“Program Tourism Hub memang memanfaatkan Singapura sebagai hub yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Mekanisme yang diterapkan adalah dengan melibatkan semua agen perjalanan. Kita bersama-sama datang ke Singapura untuk menarik wisatawan dari berbagai pasar. Seperti China, Jepang, Korea dan India. Mereka kita tawarkan untuk melakukan kunjungan lebih lanjut ke Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang,” ujarnya, Minggu (18/8).

Wisatawan asing yang berkunjung ke Batam dan Bintan melalui Singapura, dapat memperoleh paket perjalanan dengan harga yang sangat istimewa. Terutama dari Senin hingga Kamis. Program ini menguntungkan semua pihak. Termasuk industri pariwisata di Batam, Bintan dan Tanjung Pinang. Tak terkecuali operator feri, calon pengunjung, serta manajer terminal feri.

“Penumpang dapat memperoleh tiket feri kembali dari Singapura ke Batam dengan harga SGD 23, yang berlaku pada hari kerja dan sudah termasuk GST. Harga ini dianggap relatif murah dibandingkan dengan harga normal yaitu SGD 49. Bahkan di akhir pekan, tiket feri bisa didapatkan dengan harga tertinggi hanya SGD 30. Paket Hot Deals yang ditawarkan sudah dibundel dengan hotel, spa, atau golf,” bebernya.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Witjaksono menambahkan, untuk mendapatkan tiket feri SGD 23, wisatawan asing hanya perlu memilih salah satu dari 200 paket wisata yang ditawarkan oleh 300 industri, yang telah berkolaborasi dengan Kemenpar. Program ini sendiri didukung antara lain oleh Batam Fast, Sindo Ferry, Horizon Ferry, dan Majestic Ferry.

“Untuk mendukung program inilah, Kemenpar merasa perlu membuka konter informasi di Bandara Changi, dengan papan nama ‘extended holiday’. Ini diharapkan bermanfaat dalam memberikan informasi wisata bagi para wisatawan yang tiba di Bandara Changi,” jelasnya.

Counter informasi yang berlokasi di Aula Kedatangan Bandara Changi di Terminal 1, juga menyediakan informasi tentang Batam dan Bintan. Selain itu, paket dan brosur yang ada, ditampilkan dengan 5 bahasa yang berbeda. Yaitu Mandarin, Korea, Jepang, Tamil, dan Inggris.

“Melalui loket informasi Batam dan Bintan, diharapkan target Kemenpar menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu kontributor wisman nasional, dapat terwujud,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, sejauh ini Program Hot Deals cukup berhasil dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri. Demikian juga dengan Program Tourism Hub. Melalui program ini, pelancong yang datang ke Singapura diajak untuk melanjutkan perjalanan ke Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Setiap tahun ada sekitar 17 juta wisman melancong ke Singapura. Kita berharap, turis dari berbagai negara itu dapat melanjutkan perjalanan dengan membeli paket wisata menarik ke Batam atau kabupaten/ kota lain di Kepri,” ungkapnya. (*)