SPORTOURISM-Liburan anda naik pesawat rombongan besar? Banyak bawaan? Jangan khawatir, karena Airport Helper siap siaga membantu anda saat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di libur akhir tahun ini, personel Airport Helper diterjunkan semua, dan juga tidak dipungut bayaran alias gratis. AP II juga menyiapkan 10 dokter dan berbagai obat-obatan yang diperlukan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II ((AP II) Muhammad Awaluddin mengatakan, menghadapi momen liburan akhir tahun ini, pihaknya menurunkan semua personil Airport Helper berjumlah 805 orang. Mereka disebar di seluruh terminal Bandara Soekarno-Hatta.

"Semua personel Airport Helper diturunkan. Tiap terminal sedikitnya ada 90 orang. Hanya terminal tiga yang jumlah personelnya lebih banyak, sekitar 200 orang. Masing-masing terminal juga disiapkan dokter. Semua Airport Helper juga sudah dilakukan tes kesehatan untuk menghadapi lonjakan penumpang liburan ini," ujar Awaluddin.

Awaluddin menjelaskan, tugas Airport Helper gratis ini yakni membantu mengangkat barang bawaan calon penumpang dari lobi terminal hingga area check in sampai penumpang itu boarding. Helper juga memastikan memenuhi kebutuhan penumpang yang membutuhkan fasilitas khusus seperti kursi roda bagi yang sakit atau lansia, dan baby troly bagi yang membawa balita.

"Intinya para Airport Helper ini memastikan semua penumpang terbantu. Helper harus aktif memberikan bantuan kepada penumpang mengangkat barang dari mobil ke troli. Manula, ibu hamil, penumpang yang tidak fit atau sakit, kami prioritaskan untuk dilayani. Mereka juga tidak diperkenankan menerima tip dari pengguna jasa bandara," ujar Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, para Airport Helper ini juga punya tugas tambahan yakni sekaligus pemberi Info apa pun yang penumpang butuhkan. "Mereka harus membantu memberikan info bila dibutuhkan. Termasuk menjelaskan fitur-fitur yang ada di aplikasi Airport," katanya.

Di samping itu, lanjutnya, kini penumpang pesawat juga berhak untuk menilai personil Airport Helper bila dianggap tidak memuaskan. Penumpang bisa langsung menyampaikan komplainnya melalui situs resmiwww.angkasapura2.co.id. Penilaian dari penumpang juga akan digunakan untuk melakukan evaluasi kinerja personel Airport Helper.

"Kami juga sudah mengembangkan sistem teknologi informasi yang dapat memantau langsung pergerakan personil Airport Helper. Teknoligi ini juga untuk mengecek berapa banyak personel yang sedang melayani penumpang pesawat di terminal. Nantinya, penumpang pesawat juga dapat menilai personel Airport Helper melalui device yang dipegang personel Airport Helper," ujar Awaluddin.

Kenapa harus ada Airport Helper? Dijelaskan Awaluddin, tujuannya untuk mengedukasi penumpang agar mandiri. Dia mengungkapkan, calon penumpang di bandara internasional di luar negeri melakukan semuanya sendiri, mulai dari mengambil troli, proses check in di counter, hingga boarding.

"Jadi, yang kami lakukan adalah penumpang juga teredukasi untuk bisa mandiri, karena kami terus melengkapi fasilitas untuk memudahkan. Di Malaysia dan Singapura contohnya, tidak ada porter, penumpang yang mandiri. Di sana semua sudah dibuat mudah. Nunggu bagasi tidak lama dan sebagainya," kata Awaluddin.

Lonjakan penumpang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini untuk keberangkatan tujuan rute domestik, yakni Medan (Kualanamu), Denpasar, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta. Sedangkan untuk rute internasional, Singapore, Kuala Lumpur, Hong Kong, Dubai, dan Bangkok,” ujar Awaluddin.

Ditambahkan Awaluddin, inovasi ini secara bertahap juga akan diterapkan ke bandara lain yang dikelola AP II. Tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan bandara yang jumlah penumpangnya makin banyak.

"Bandara Blimbingsari Banyuwangi misalnya, sejak operasionalnya dikelola AP II, tahun 2017 traffic passengers Bandara Banyuwangi sejumlah 250.000 pax. Tahun 2018 kita genjot traffic pax Banyuwangi menuju ke 500.000 traffic pax. Makin tingginya jumlah penumpang, pelayanan juga harua ditingkatkan," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung mengangkat dua jempol atas langkah cepat yang dilakukan AP II. Menurutnya, semua kebijakan yang dikeluarkan AP II menunjukkan bandara yang dikelolanya memiliki standard dunia. "Bagus! Controling yang memberi impact bagus buat karyawan untuk menaikkan service excellence. Semuanya menunjukkan bandara AP II sudah berkelas dunia," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, jika semua bandara diterapkan manajemen yang serius sampai ke bawah seperti ini, dijamin problem apapun yang terkait dengan keluhan wisatawan, akan cepat terjawab dengan sistem. Sebagai BUMN yang menjalani operasional bandara, tentunya dasar kebijakan AP II adalah memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, dalam hal ini pengguna jasa penerbangan.

"Ketika layanan semakin baik, maka pengguna jasa penerbangan semakin puas. Termasuk wisatawan yang mayoritas masuk ke Indonesia melalui jalur udara. Dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sendiri adalah pintu masuk terbesar bagi arus wisatawan," ujar Menpar Arief Yahya. (*)