MANILA – World Travel Lifestyle Expo (WTLE) 2019 Filipina jadi media lobi-lobi. Hasilnya, maskapai Philippines Airlines bersiap membuka rute baru. Destinasi tujuannya adalah Manado, Sulawesi Utara. Spot ini menawarkan banyak value bagi industri pariwisata.

WTLE 2019 Filipina memunculkan banyak peluang bisnis baru bagi Indonesia. Penyelenggaraan event ini sudah di tutup Minggu (7/4). Digelar 3 hari pada 5-7 April, venue WTLE 2019 berada di SMX Convention Center, Mall of Asia, Pasay City, Manila, Filipina. Ada beragam value yang diperoleh dari event ini. Selain transaksi, program ini membuka kans rute baru Philippines Airlines menuju Indonesia.

“Lobi-lobi juga kami lakukan di WTLE 2019 Filipina, diantaranya dengan Philippines Airlines. Mereka sedang mempertimbangkan rute baru ke Manado. Dalam waktu dekat, Philippines Airlines berencana melakukan penerbangan ke Manado,” kata First Secretary KBRI untuk Manila A Arief Adnan, Minggu (7/4).

Rencana pengembangan sayap menuju Manado sebelumnya dirintis Philippines Airlines. Rute Manado akan terhubung dengan Davao, Filipina. Poros ini akan dilayani 3 kali sepekan. Dipilihnya Manado pun didasarkan atas beberapa aspek. Manado ini merupaan destinasi luar biasa. Kekuatan wisata baharinya luar biasa. Ada Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Manado Tua, Pasir Timbun Nain, atau Pantai Pulisan.

Manado juga memiliki ikon baru, yaitu Jembatan Soekarno. Ada juga warna eksotis dari Batu Dinding Kilo 3 Amurang, Rumah Alam manado Adventure Park, juga Gunung Tumpa. Koleksi air terjunnya ada Kima Atas dan Tapahan Telu. “Destinasi Manado adalah luar biasa. Alam dan budayanya eksotis. Lebih penting, view bawah laut Manado adalah yang terbaik,” terang Arief Adnan.

Ditopang atraksi terbaik, Manado juga diuntungkan secara geografis. Manado memiliki jarak tempuh 1 jam 30 menit dari Filipina. Terus mengerucutnya rencana pembukaan rute baru Philippines Airlines jadi angin segar bagi pariwisata Indonesia. Arief Adnan juga mengatakan, wisatawan Filipina memiliki lebih banyak pilihan destinasi.

“Rute baru Philippines Airlines menuju Manado menjadi kabar gembira. Jarak Filipina ke Manado dekat dengan waktu tempuh pendek. Semoga rencana ini bisa direalisasikan secepatnya. Dengan begitu, para wisatawan Filipinan memiliki pilihan lain destinasi di Indonesia,” kata Arief Adnan.

Saat ini, wisatawan Filipinan terkonsentrasi menuju 2 destinasi. Ada poros Filipina-Bali yang terhubung dari 3 kota. Sebut saja Kota Manila, Davao, dan Cebu. Rute ini dihubungkan 3 kali setiap harinya. Poros lainnya adalah Filipina menuju Jakarta dengan durasi 3 kali sepekan melalui 3 maskapai. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani menjelaskan, wisatawan Filipina akan naik.

“Pergerakan wisatawan menuju Indonesia sejauh ini positif. Bila rute Manado dibuka, maka pergerakan wisatawannya akan semakin kompetitif. Kondisi ini tentu bagus bagi pariwisata Indonesia secara umum, khususnya Manado,” jelas Rizky.

Progress positif dimiliki pergerakan wisatawan Filipina sepanjang 2018. Realisasi dari arus wisatawanya mencapai 217.582 orang. Angka ini surplus 104% dari target 210 Ribu orang wisatawan Filipina. Lalu, mengacu realisasi tahun lalu, target besar dipancang 2019. Wisatawan Filipina ditarget 280 Ribu orang. Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan, value besar juga akan diterima Philippines Airlines.

“Philippines Airlines akan mendapatkan banyak keuntungan bila membuka rute baru ke Manado. Spot ini sangat eksotis. Kami yakin, daya tariknya akan menarik minat masyarakat Filipina. Manado ini sudah terkenal dengan keindahan bawah lautnya,” tutup Menpar. (*)