Seoul - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar promosi di Korea untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia. Salah satu caranya dengan menggelar Wonderful Indonesia Sales Mission Mandalika 2018 di Korea Selatan, 11-16 November.

Wisatawan Korea Selatan yang melakukan perjalanan ke luar negeri pada saat musim dingin menjelang, merupakan potensi besar yang harus digarap dengan serius untuk dapat meningkatkan kunjungan ke Indonesia. Hal ini menjadi salah satu latar belakang digelarnya acara tersebut.

Wisatawan Korea meningkat signifikan sejak adanya program TV Youn’s Kitchen, yaitu program memasak oleh seorang chef terkenal di Gili Trawangan. Sejak program tersebut terkenal, membuat mereka ingin datang ke Lombok untuk menikmati keindahan alam, bahkan khusus charter pesawat agar dapat langsung ke destinasi tanpa transit.

Namun sejak adanya gempa bumi yang menimpa Lombok, kunjungan wisatawan menurun drastis, rencana charter flight yang seyogyanya dilaksanakan pada saat liburan musim panas lalu juga akhirnya dibatalkan karena kekhawatiran akan keselamatan di destinasi.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran II Kemeterian Pariwisata Nia Niscaya, pemulihan ini yang ingin dilakukan Kemenpar.

“Sales Mission adalah salah satu cara kita untuk mengembalikan pariwisata Lombok. Kita ingin sampaikan jika Lombok sudah pulih. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi Lombok memiliki Mandalika yang sangat cantik,” katanya, Rabu (14/11).

Sebenarnya Indonesia sudah mulai dikenal oleh publik Korea sejak ASIAN Games yang digelar di Jakarta dan Palembang. Setiap hari beberapa stasiun tv membuat laporan secara langsung, kesuksesan acara membuat image Indonesia semakin baik. Namun berita-berita tentang bencana alam seperti menutupi keindahan alam Lombok. Karena itu perlu promosi secara terus menerus dan meyakinkan wisatawan Korea bahwa Lombok aman.

Sales Mission diadakan di dua kota terbesar di Korea, yaitu Seoul dan Busan, diharapkan mampu menjaring ratusan ribu wisman asal Korea Selatan.


Acara sales mission kali ini disinergikan dengan KBRI Seoul, yang menggelar Indonesia Economic Forum 2018: Seizing Opportunity in Trade and Investment. Mengundang para calon investor utk berinvestasi di Indonesia, salah satu pembicara pada acara tersebut adalah Ketua Tim Percepatan Pariwisata 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib. Salah satu destinasi yang dipaparkan adalah Mandalika.

"Aksesibilitas menjadi sangat penting untuk Korea dan Indonesia, mengingat saat ini hanya ada direct flight ke Jakarta dan Bali. Indonesia membangun melalui Kawasan Ekonomi Khusus dengan mempermudah perizinan melalui satu pintu di lokasi tersebut," katanya.


Khusus untuk Lombok pasca gempa, recovery sudah bagus dan harus dipercepat proses pembangunan di Lombok-Mandalika.


Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional II Ardi Hermawan, Kementerian Pariwisata dan KBRI akan bekerja sama untuk lebih mengenalkan Lombok. “Salah satunya dengan mengajak beberapa travel agent dan tour operator melakukan wisata pengenalan (familiarization trip) ke Lombok dan sekitarnya,” papar Ardi.

Menteri Pariwisataa Arief Yahya sangat mendukung pelaksanaan sales mission ini. “Wonderful Indonesia akan terus berupaya mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Salah satunya wisatawan Korea. Dan, Mandalika sangat punya prospek. Selain itu, kita ingin segera menguatkan pariwisata Lombok,” katanya.(*)