Tanjung Pinang, 22 Februari 2019 - Pemerintah melalui sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi dan UKM mendorong para pelaku UMKM yang bergerak di bidang pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) bisa naik kelas dengan memanfaatkan program perkuatan modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) pariwisata.

Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Prioritas, Kemenpar, Nurwan Hadiyono, di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (22/2/2019), mengatakan para pelaku usaha di bidang pariwisata sejak Agustus 2018 telah dimungkinkan untuk mendapatkan prioritas KUR melalui skema khusus KUR pariwisata.

“Kendala modal sering menjadi masalah masyarakat untuk mengembangkan bisnis di sektor parwisata. Untuk itu pemerintah mendorong masyakarat yang ingin berusaha di bidang pariwisata agar memanfaatkan KUR,” katanya.

Nurwan juga menyebut, Kepri dipilih lantaran menjadi salah satu pintu masuk jumlah wisatawan mancanegara (wisman) terbesar selain Jakarta dan Bali. Secara umum, kekuatan sektor pariwisata di Kepri tak bisa dipandang sebelah mata karena jumlah wisatawan ke wilayah itu setiap tahun juga meningkat.

“Tanjung Pinang sebagai bagian dari Kepri juga turut andil dalam pemenuhan target kunjungan wisman sebesar 4 juta orang di tahun 2019,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kemenpar menggelar sosialisasi KUR Pariwisata yang diikuti oleh sebanyak 100 UMKM di Tanjung Pinang. Dalam sosialiasi tersebut juga hadir Asisten Deputi Asuransi, Penjaminan dan Pasar Modal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ahmad Husein dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjung Pinang Syafaruddin.

“Sektor pariwisata merupakan akar dalam pengembangan koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia,” kata Ahmad Husein.

Ia menjelaskan tanpa membangun sektor pariwisata, maka akan sulit untuk mendorong kemajuan koperasi dan UMKM. Dengan adanya destinasi wisata di daerah, maka langkah membangun dan mengembangkan produk UMKM akan terasa lebih ringan.

“Animo masyarakat untuk mengakses KUR sangat bagus. Tercatat pada 2018 terserap Rp120 triliun, hampir 95 persen dari target Rp123 trilliun. Tahun 2019 anggaran KUR bertambah menjadi Rp140 trilliun,” katanya.

Ahmad Husein juga mengatakan, Pemerintah mendorong pelaku UMKM di Kepri bisa naik kelas dengan KUR Pariwisata.

“Kami bersinergi untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas,” pungkasnya.