sportourism.id - Sektor pariwisata Samarinda, Kalimantan Timur, sedang menggeliat. Untuk mendukung hal tersebut, Samarinda harus memperkuat faktor 3A, yaitu Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi. Selain tentunya promosi.

Masukan tersebut disampaikan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II, Reza Pahlevi, Jumat (4/5). Reza menyampaikan itu dalam Sarasehan Pengembangan Promosi Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur. Menariknya sarasehan dilakukan di Kapal Wisata Mahamkan Pesut Etam yang menyusuri Sungai Mahakam. Acara ini turut dimoderatori oleh Kabid Pemasaran Area Kalimantan, Serawak, Sabah, Brunei di Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II, Sapto Haryono.

"Kalau memang pemerintah daerah sudah komit untuk membangun sektor pariwisata, dan ada unggulan, kenapa tidak dikedepankan," tutur Reza Pahlevi.

Menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh itu, Samarinda dan Kalimantan Timur harus memperhatikan aspek 3A. "Aspek 3A itu sangat penting dalam pariwisata, seperti yang sering disampaikan Menteri Pariwisata. Samarinda juga harus memperhatikan hal tersebut," katanya.

Dijelaskannya, saat sarasehan ini Samarinda sudah memperlihatkan atraksi yang dimilikinya. "Samarinda mempunyai sungai Mahakam. Sekarang tinggal memikirkan atraksinya. Untuk sementara ini kapal wisata bisa menjadi atraksi. Tapi, harus dilengkapi lagi untuk menarik minat wisatawan. Bisa menghadirkan culture dan lain-lain," katanya.

Aksesibilitas pun harus menjadi perhatian. "Sekarang dipikirkan bagaimana Sungai Mahakam ini bisa diakses dengan mudah oleh wisatawan. Dari mana saja mereka bisa masuk dan dengan transport apa saja," jelasnya.

Sedangkan untuk amenitas, Reza menilai kondisi sekitar Mahakam sudah sangat baik. "Sudah ada hotel-hotel berbintang disekitar sini. Mungkin tinggal dilengkapi agar semakin banyak pilihan," paparnya.

Jika faktor 3A telah berhasil dipenuhi, yang harus dilakukan kemudian adalah promosi. "Promosi harus dilakukan. Destinasi seperti Mahakam ini juga harus di-branding. Kalau Kementerian Pariwisata, brandingnya adalah Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia. Samarinda juga harus melakukannya," paparnya.

Yang tidak kalah penting adalah mempromosikan destinasi melalui media digital. "Pemda harus gandeng komunitas misalnya GenPI. Yaitu komunitas pecinta pariwisata. Mereka inilah yang nanti akan memviralkan destinasi di dunia digital. Saat ini, promosi melalui digital adalah keharusan. Tanpa digital rasanya tidak mungkin. Karena eranya sudah seperti itu," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membawahi pariwisata, Hatifah, mengatakan sungai memiliki peran penting buat warga Kalimantan. "Buat masyarakat Kalimantan, sungai adalah sumber kehidupan. Disini roda ekonomi juga berputar. Tapi sekarang masyarakat sudah menyadari betapa pentingnya pariwisata. Selain itu, kita pun sudah menyadari kalau sumber daya alam seperti migas dan lain-lain tidak bisa digali terus. Dan inilah saatnya pariwisata diperkenalkan, diangkat," katanya.

Hatifah menilai Kalimantan punya kekayaan yang khas. Mulai dari flora dan fauna, hingga budaya. "Jadi Kalimantan ini bukan sekadar ada, tetapi juga kaya. Makanya harus kita jaga," katanya. 

Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur, Hatifah mengusulkan untuk membangun pokja. "Dan prioritaskan daerah yang menjadi destinasi wisata. Selain itu, SDM pun harus dipersiapkan dengan baik," katanya.(*)