YOGYAKARTA - Misi besar diusung Industri Jasa Pariwisata (Tour Agent and Tour Operator (TA/TO) Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) di Yogyakarta. Difasilitasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar),sebanyak 20 TA/TO akan menawarkan beragam paket wisata ke Lombok dan NTB sekaligus menegaskan jika pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah pulih.

Kegiatan Business-to-Business (B2B) ini dikemas dalam Table Top dan Gala Dinner NTB Bangkit Asia, berlangsung di Harper Hotel Mangkubumi, 20-22 November 2018.

Ketua Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata (NTB Bangkit), Dr. Farid Said mengatakan bahwa Tim #NTB Bangkit telah mengusulkan berbagai kegiatan baik pemulihan destinasi maupun promosi untuk percepatan pemulihan pariwisata NTB pasca gempa.

“Hari ini kami menginisiasi pertemuan industri di Lombok dengan industri di Yogyakarta untuk menciptakan peluang-peluang baru dengan menjual pariwisata Lombok ke luar daerah,” ungkapnya

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pemulihan pariwisata pasca gempa bumi yang melanda Lombok dan sekitarnya yang terjadi 5 Agustus 2018 yang lalu.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata telah menetapkan Surat Keputusan terkait Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata Pasca Gempa Lombok. Tim ini melakukan upaya dan kegiatan baik dalam bentuk pendataan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas), pemulihan psikologis melalui kegiatan trauma healing dan promosi destinasi wisata yang tidak terdampak

“Promosi destinasi wisata tidak terdampak telah dilakukan dalam bentuk Famtrip (perjalanan pengenalan atraksi wisata) dengan mendatangkan industri, korporasi dan media dari 7 kota pasar utama Lombok untuk mengunjungi destinasi wisata alternatif yang tidak terdampak,” kata Hendry Noviardi,Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar

Dijelaskannya, destinasi yang dimaksud adalah Kawasan Ekonom Khusus (KEK) Mandalika yang saat ini tengah dikembangkan oleh ITDC sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas, Sekotong (Gili Nangu, Gili Sudak, Gili Kedis), sebagian Senggigi dan Kota Mataram.

Sementara itu, lanjutnya, Table Top dan Gala Dinner ini dilaksanakan dengan harapan agar pemulihan pariwisata di Lombok dan sekitarnya dapat dipercepat utamanya dengan mengajak industri jasa pariwisata yang terdiri dari berbagai asosiai diantaranya: ASITA NTB, ASTINDO NTB, PHRI, TCC, INCCA, ITDC Mandalika, Media, Akademisi di Lombok.

“Table Top dan Gala Dinner ini dilaksanakan di lima kota, sebelumnya Batam dan Bandung. Nanti, setelah Yogyakarta, dua kota lagi adalah Banjarmasin dan Bandung,” ujarnya

Apa pertimbangan diadakan di lima kota tersebut? “Salah satunya adalah adanya Direct Flight dari kota tersebut menuju Bandara Lombok. Diharapkan kunjungan wisatawan dapat meningkat, bukan saja wisatawan nusantara tetapi juga wisatawan mancanegara,” jelasnya

Sementara Asdep. Pemasaran I Regional III, Kemenpar, Muh. Ricky Fauziyani, menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata memfasilitasi usulan kegiatan pemulihan destinasi dan promosi NTB pasca gempa bumi. ”

“Diharapkan dengan kegiatan ini, industri jasa pariwisata di Lombok dapat memanfaatkan peluang untuk memperluas jejaring (networking) utamanya dalam menjual paket-paket wisata Lombok,” tuturnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya terus mendukung upaya pemulihan Pariwisata di Lombok. Baik dari pemulihan infrastruktur, juga promosi destinasi wisata Lombok lainnya yang tidak terdampak gempa.

“Salah satunya melalui B2B ini. Promosi tetap dilakukan, NTB tetap dipromosikan, anggaran sudah disiapkan Kemenpar, jumlahnya Rp 20 miliar. Anggaran sebesar Ini bukan hanya untuk famtrip dan B2B saja, tapi secara keseluruhan termasuk dukungan promosi even, penataan destinasi (3A) dan kelembagaan (trauma healing),” pungkasnya