SPORTOURISM - Menteri Pariwisata Arief Yahya rupanya mendapat perhatian khusus dari tuan rumah ATF 2018. Ia berdiri di sebelah kanan Menteri Weerasak.

Bahkan, Weerasak membantu membetulkan bunga dan baju yang dikenakan Arief Yahya. Baju khas Thailand yang seragam buat semua menteri. Menpar sebenarnya nyaris terlambat sampai di Royal Flora Ratchapuek, Chiang Mai. Begitu mendarat langsung ke Gala Dinnet Opening yang dikemas dengan nuansa terbuka.

Ada yang menarik dari suasana pembukaan itu. Dekorasi didesain dengan konsep pasar tradisional. Mulai dari pintu yang dibuat dengan bambu dan dedaunan, pedagangnya mengenakan baju tradisional, topi caping khas Thailand, payung-payung kertas dan bambu, serta jenis kuliner tradisional.

Tempat duduknya pun dibuat dari bambu, mirip konsep #DestinasiDigital yang sedang dikembangkan (Generasi Pesona Indonesia). Termasuk cara memasaknya juga dipertontonkan ke audience dan menjadi objek foto yang instagramable.

Menpar Arief memang tak mau berkompromi dengan waktu. Setelah menghadiri tujuh meeting dan dua acara di Beijing, Cina, menteri asal Banyuwangi itu langsung terbang ke Chiang Mai, Thailand. Ia menghadiri pembukaan ATF (Asean Tourism Forum) 2018, pertemuan menteri-menteri pariwisata Asean untuk program kerjasama pariwisata regional.

"Sudah tidak ada waktu lagi. Harus ngejar target waktu dengan actions," kata Arief Yahya pada Rabu (24/1).

Durasi lebih dari setengah hari terbang dari Beijing pun rela dilakoni. Dari Beijing ke Kunming, kira-kira empat jam. Lalu dari Kunming terbang lagi ke Chiangmai, Thailand hampir dua jam ditambah transit 1,5 jam. Jadi hampir separuh hari habis di perjalanan.

Tahun lalu pertemuan itu berlangsung di Singapura. Sementara tahun sebelumnya lagi di Manila.
Kemenpar ingin membangun komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder dalam mendukung target pariwisata 2018 hingga 2019.

Selain ATF 2018, Chiang Mai juga menjadi tempat Travel Exchange (Travex) yang mempertemukan penjual dan pembeli. Setiap ada ATF selalu dimeriahkan dengan Travex. Visit Wonderful Indonesia 2018 pun menjadi bahan yang akan diangkat dalam pembahasan tingkat menteri ASEAN. Semuanya lengkap dipromosikan bersama Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018. Serta persiapan paket tour di masing-masing destinasi yang dikemas dalam paket tour Visit Indonesia Wonderful Indonesia (VIWI) 2018.

"Kami sudah menyiapkan CoE WI dan paket tour VIWI 2018 yang ada di 19 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia," kata Menpar Arief Yahya.

Sebanyak 19 destinasi tersebut tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di Sumatera meliputi Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang. Kemudian di Pulau Jawa ada Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya-Bromo-Tengger dan Banyuwangi. Lalu Balikpapan Kalimantan, Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat). Sulawesi meniputi Makassar/Wakatobi dan Manado. Terakhir Raja Ampat Papua Barat.

Plt Asisten Deputi Zona II Regional III Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, forum Travex ini cukup strategis. "Ini event besar. Akan mempertemukan Seller Indonesia dengan kurang lebih 350 buyers internasional. Ada juga ribuan delegasi serta pengunjung dan akan diliput 150 media internasional. Kehadiran Menpar akan membuat 42 industri yang kami boyong ke Chiang Mai lebih percaya diri," kata pria yang akrab disapa Kiki.

Industri tour & travel, Industri atraksi, hotel, resort, dan DMO akan intens melakukan promosi dan pertemuan bisnis dengan para buyers yang datang dari seluruh dunia. "Kami akan giring Baht Thailand dikeluarkan di Indonesia. Giring Yen Jepang keluar di Indonesia. Karena dengan seperti itu, masyarakat Indpnesia akan semakin makmur dan pembangunan semakin bagus, rakyat pun jadi sejahtera," Kiki mengakhiri.