JAKARTA – Kalian penggemar musik jazz? Kalau iya, ada event keren nih. Namanya Maratua Jazz & Dive Fiesta. Lokasinya tidak kalah keren di Maratua Bohesilien Ecotourism Village. Catat tanggalnya, 13-15 September 2019. Yang membuat heboh, venuenya berada di tengah laut. Luar biasa ya.

Maratua Bohesilien Ecotourism Village berada di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur. Maratua Jazz & Dive Fiesta sudah memasuki tahun pelaksanaan ke-4. Kali ini, yang akan menjadi bintang tamu adalah vocal coach master Indonesia Bertha, president Indonesian Bass Family IBF Harry Toledo, plus ex vokalis Monkey Boots yang dijuluki The Prince of SKA Indonesia Denny Frust.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Maratua Jazz & Dive Fiesta bukan event sembarangan. Karena, unsur pariwisatanya sangat kuat. Hal ini terlihat dari venue event.

“Siapa pun yang datang, akan dibuat takjub dengan view yang ditawarkan. Ada hamparan laut tosca dan ragam biota laut nan menawan. Ini merupakan pemandangan yang akan memanjakan mata para pengunjung,” papar Rizki, Selasa (3/9).

Menurut wanita yang akrab disapa Kiki itu, Maratua Jazz & Dive Fiesta adalah gelaran unik. Karena, menjadi satu-satunya festival jazz di Indonesia yang digelar tengah laut.

“Yang membuat event ini unik, para pengunjung dan pengisi acara akan tampil di Pulau terdepan Indonesia. Lokasinya adalah laut perbatasan dengan Malaysia dan Filipina,” sambung wanita berhijab itu.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani, selain sederet musisi jazz nasional yang sudah memastikan hadir, ada juga penampilan musisi jazz lokal.

“Ada juga penampilan musisi dari Tanjung Redep yaitu Echon Project yang dipimpin Erson Sutanto. Ia adalah Pendiri Lapau Kreasi Seni Tradisi Bulu Pattung Berau. Turut hadir pula Hamdani, violinist sekaligus drummer/komposer asal Berau yang pernah mencicipi panggung nasional dan Internasional. Tak hanya jazz, sebuah kelompok reggae Red Forest juga bakal tampil,” kata Ricky.

Ricky menambahkan, ada nilai lebih dari event ini. Sebab, merujuk tanggal penyelenggaraan MJDF tahun ini bertepatan pula dengan waktu munculnya bulan purnama.

“Akan menjadi sebuah perpaduan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, event ini tidak boleh dilewatkan begitu saja,” katanya.

Maratua Jazz & Dive Fiesta 2019 direncanakan akan menghadirkan program baru, yaitu Sunrise Concert. Event ini berupa konser yang digelar seusai shalat Subuh sambil menantikan terbitnya mentari.

Beragam aktivitas dapat dilakukan. Seperti Meet & Greet yang akan diselenggarakan di Pratasaba Resort. Ada juga Konser Jazz di Desa Ekowisata dalam rangka mengembangkan spirit kebersamaan membangun pariwisata dengan pokdarwis Bohe Silian.

“Acara Maratua Jazz and Dive Fiesta merupakan upaya untuk mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Berau khususnya Pulau Maratua di Kepulauan Derawan. Kami mengundang kawan-kawan pecinta diving dan penikmat jazz untuk datang ke Pulau Maratua yang dijuluki The Maldives-nya Indonesia,” Masrani Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau.

Selain kegiatan musik, Maratua Jazz & Dive Fiesta kali ini juga menghadirkan ragam kegiatan tambahan. Seperti Festival Kuliner bertajuk MJDF Food Festival. Isisnya adalah sajian khas yang melibatkan komunitas masyarakat Pulau Maratua.

Sejak tahun lalu, MJDF juga menghadirkan pameran Fotografi yang kali ini menampilkan karya Basuki Rachmad, seorang diver yang juga penggemar musik jazz yang merekam keindahan panorama alam dan bawah laut Berau.

Dalam acara MJDF ini juga dijadwalkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Aksi Bersih-bersih yang akan melibatkan panitia, artis, aparat desa/kecamatan dan masyarakat Pulau Maratua bersama-sama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Panitia yang juga mendorong pengurangan penggunaan tas kresek/plastik dengan slogan #StopUsingPlasticBag dan untuk mempromosikan menggunakan #JazzPulauTerdepan #JazzDive.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mengapresiasi event ini. Apalagi mampu memadukan musik dengan tourism.

“Musik adalah bahasa universal. Bahasa yang dimengerti siapa saja. Musik juga menjadi daya tarik buat mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Terlebih jika dipasu dengan pariwisata, seperti yang dilakukan di Maratua Jazz & Dive Fiesta. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Dan pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam Derawan,” papar mantan Dirut PT Telkom itu.(***)