BANDUNG - Pangandaran Internasional Kite Festival (PIKF 2019) mendapat dukungan dari komunitas motor pecinta touring. Untuk mempromosikannya, BTRC (Bandung Tourism Rider Community) menggelar Pangandaran Touring Fest Layang-layang. Kegiatan ini dilakukan pada 13-14 Juli 2019.

"Dengan adanya event Kite Festival 2019, kami BTRC, komunitas insan pariwisata yg hobby touring se-Jawa Barat dan mengembangkan destinasi wisata jawa barat khususnya, ingin ikut serta dalam meramaikan event bergengsi pesta layang layang yang akan diadakan pada 12-14 Juli 2019," ujar panitia Pangandaran Touring Fest Layang-layang, Taufik Ramdhani, Kamis (20/6)

Taufik mengatakan, BTRC ini berisi para pelaku pariwisata di kota Bandung dan sekitarnya. BTRC memiliki sekitar 109 orang anggota. Mereka memiliki hobi sama yaitu touring kendaraan bermotor melewati destinasi mengembangkan pariwisata Jawa Barat khususnya dan pariwisata Indonesia pada umumnya.

"Kami start dari Kota Bandung kurang kebih 40 motor akan menuju pantai Pangandaran. Menyusuri jalur pantai selatan dari mulai jalur pantai Rancabuaya - Pamempeuk - Santolo sampai pantai pangandaran," jelasnya.

Taufik menerangkan, banyak tempat destinasi wisata alam dan adat budaya di daerah Jawa Barat yang masih belum tersentuh. Baik oleh pelaku pariwisata ataupun wisatawan dikarenakan kurangnya promosi dan kurangnya edukasi untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut.

"Berdasarkan hal tersebut di atas, kami juga merasa berhak dan berkewajiban untuk mendukung dan mensukseskan acara Pangandaran Internasional Kite Festival 2019," pungkasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, PIKF memiliki relevansi yang kuat dengan eksistensi Pangandaran sebagai daerah destinasi pariwisata. Untuk itu, dirinya berterima kasih kepada pihak manapun yang mendukung.

''Event ini dapat menarik wisatawan asing dan juga Iokal di penjuru Indonesia untuk datang ke Pangandaran,'' ujar Rizki didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung.

Rizki menambahkan, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang promosi daerah dalam upaya Kabupaten Pangandaran untuk menata diri serta mewujudkan Kabupaten Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata berkelas dunia.

"Tentu saja ada beberapa hal yang dilakukan di antaranya pengembangan dan penataan wisata. Dan event PIKF 2019 ini bisa menjadi salah satu pelengkap promosi wisata," ujar Rizki.

Adella mengatakan, PIKF 2019 juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni tradisi seperti Ronggeng Gunung, tari tradisional, serta komunitas band anak muda Pangandaran.

"Jadi PIKF 2019 ini sudah lengkap atraksinya. Diadakannya juga di destinasi wisata. Budaya Pangandaran juga bisa terangkat," kata Adella.

Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan juga angkat bicara. PIKF 2019 juga dijadikan sebagai ajang swafoto oleh para pengunjung. Pasalnya, layang-layang yang ditampilkan biasanya memang luar biasa indahnya.

"Dengan adanya banyak layang-layang berbagai bentuk melayang di Langit, sudah tentu ini sangat bagus untuk ajang swafoto lalu diposting di medsos masing-masing pengunjung," kata Wawan.

Menpar Arief Yahya menyambut positif International Kite Festival 2019 ini. Dia berharap banyak peserta dari luar negeri yang datang. Karena itu momentum ini harus banyak dipasarkan melalui media dan sosmed.

"Selamat dan sukses event festival bermain layang-layang itu. Kreativitas di layang-layang itu cukup menarik buat siapa saja," kata Menpar Arief Yahya.(*)