SPORTOURISM.ID, PALEMBANG - Dinas Pariwisata Kota Medan kian gencar mempromosikan destinasi wisata di daerahnya. Bukan hanya melalui event dalam kota, tetapi promosi juga dilakukan di luar Medan. Salah satunya dengan menggelar direct promotion pariwisata di Palembang, Sumatera Selatan.

Event ini berlangsung dua hari, tanggal 14-15 Desember 2018. Dipusatkan di Pedestrian Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sumatera Selatan.

Pada hari terakhir, Sabtu (15/12) malam, acara sangat meriah. Venue acara dipenuhi ribuan orang. Diawali dengan sajian lagu-lagu khas Melayu dan Batak. Disusul beberapa persembahan seperti Tari Ciracap (khas Melayu), Tari Zapin Songket Medan, dan Tarian Multi Etnis. Yaitu berupa tarian gabungan dari Jawa, Aceh, Minang, Arab, India, dan Cina. Tarian ini menggambarkan masyarakat Kota Medan yang multikultural.

Hadir pada kesempatan itu, antara lain Walikota Medan Dzulmi Eldin, Kadisbudpar Palembang Kms Isnaini Madani, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Sumatera Utara Solahuddin Nasution, Pengurus Indonesian Chef Association (ICA) Sumatera Utara, dan Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan, khusus untuk Palembang, direct promotion ini merupakan yang pertama. Namun secara nasional, ini yang kedua di tahun 2018. November lalu, acara serupa pernah diadakan di Pantai Kuta, Bali.

“Direct promotion kali ini menampilkan hiburan dari band multi etnik asal Kota Medan. Disebut band multi etnik karena diiringi oleh alat musik tradisional dan alat musik modern seperti taganing, gendang melayu, accordion, biola, dan keyboard,” ujarnya,” Sabtu (16/12).

Event ini juga menampilkan beberapa stand yang menyajikan produk makanan dan kerajinan tangan. Seperti bolu meranti, bika ambon, orong-orong, keripik, peyek teri dan kacang, sirup markisa, sirup jeruk kesturi, dan lain-lain.

“Untuk produk kerajinan tangan, disajikan kain tenun batubara, kain ulos, dan beberapa cideramata khas Kota Medan,” ucapnya.

Selain stand UKM, ada stand dari PHRI dan ICA Sumatera Utara. Dari ICA menampilkan beberapa demo masak kuliner Sumatera Utara. Seperti ayam cipera dan cimpa unung dari Karo, mie goma dari Tapanuli Utara, serta kue rasidah khas Melayu Deli. Sementara ASITA dan PHRI Sumatera Utara menyajikan paket-paket wisata dan sejumlah informasi maupun rekomendasi hotel yang ada di Kota Medan.

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengungkapkan, perkembangan pariwisata Kota Medan cukup membanggakan. Ia membandingkan dengan naiknya pajak-pajak yang berhubungan dengan industri pariwisata. Menurutnya, pajak hotel, pajak restoran, pajak parkir, dan pajak hiburan naik secara signifikan.

“Kita akan terus mengadakan kegiatan serupa. Terutama dengan melihat efektifitas dengan adanya penerbangan langsung ke Medan. Kita berharap adanya dukungan dari Kementerian Pariwisata RI, agar pariwisata Kota Medan terus melesat,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan, pemilihan Palembang sebagai lokasi direct promotion sudah sangat tepat. Ada potensi yang sangat mendukung di kota ini, yaitu direct flight atau penerbangan lanngsung dari Palembang ke Medan.

“Sasaran ini sangat tepat, karena memilih target kota yang ada direct flight ke Medan. Saat ini ada dua maskapai penerbangan yang direct flight dari Palembang ke Medan, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan penerbangan langsung, diharapkan masyarakat Palembang lebih mengenal Medan. Setelah mengenal Medan, kemudian datang ke Medan. Maka dibawa juga ASITA, PHRI dan ICA untuk mengenalkan Medan di Palembang.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh menegaskan, Medan mempunyai banyak hal untuk dipromosikan. Ada kekuatan potensi budaya yang begitu majemuk dan multi etnik. Boleh dikatakan, seluruh etnik di Sumatera ada di Medan. Bahkan etnik-etnik di Indonesia.

“Medan juga punya destinasi heritage, sesuai kedekatan Medan dengan destinasi utama Indonesia yaitu Danau Toba. Kekuatan Medan berada pada heritage, budaya dan kuliner,” ulasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, selain menggencarkan promosi, hal lain yang mendukung laju perkembangan pariwisata adalah jumlah seat dan penerbangan ke beragam destinasi. Ia berharap semakin banyak penerbangan langsung ke destinasi sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung.

“Promosi dan konektivitas menjadi kunci dalam pariwisata. Begitu juga bagi Medan, umumnya Sumatera Utara yang memiliki destinasi prioritas Danau Toba. Untuk itu, konektivitas udara perlu diperkuat. Kita bersyukur sudah ada Garuda dan Lion Air,” tandasnya. (