JAKARTA – Kementerian Pariwisata terus gencar berpromosi di wilayah perbatasan. Kali ini, Band asal Ibukota d’Masiv bakal meramaikan Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA)  pada 8-9 Maret 2019. Lokasinya di Lapangan Umum Simpang Lima, Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sang vokalis d’Masiv, Rian Ekky Pradipta, mengajak seluruh fans mengikuti kemeriahan di Atambua. Sebab, momentum ini menjadi momen kebersamaan antar bangsa.

“Pariwisata di Atambua sangat berpotensi dan masyarakatnya juga sangat welcome dengan negara tetangga (Timor Leste). Ayo, ke Atambua, kita akan tampil di Atambua," kata Rian. KMPA 2019 terselenggara berkat support Kemenpar,” ungkap Rian, Sabtu (16/2).

d’Masiv yang digawangi Rian Ekky Pradipta (Vokal), Dwiki Aditya (Gitar), Rayyi Kurniawan (Bass), Nurul Damar (Gitar), dan Wahyu Piadji (Drum) rencananya akan tampil sebagai bintang utama dan akan menyanyikan beberapa lagu andalannya seperti Apa Salahku, Ingin Lekas Memelukmu Lagi dan Cinta ini membunuhku.

“Kami sangat gembira bisa tampil di Atambua. Sebab, pariwisata Atambua ini sangat berpotensi. Lebih penting adalah masyarakatnya sangat welcome dengan negara tetangga, Timor Leste. Kami tunggu para wisatawan Timor Leste di Atambua nanti,” terang Rian lagi.

Sebelumnya juga akan tampil penyanyi Gerson dari Timor Leste, untuk konser itu sendiri akan dimulai pukul 18.00 WITA.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, mengajak para wisatawan untuk menyaksikan konser d’Masiv.

“d’Masiv ini luar biasa. Karya-karyanya bagus-bagus. Publik juga sangat mengenal band ini. Dengan kehadiran d’Masiv di Atambua, momen ini jangan sampai terlewatkan. Silahkan datang ke KMPA 2019 dan nikmati sajian lintas bangsa,” ajak Rizki Handayani.

Pariwisata Atambua memang tumbuh positif. Pada rentang Januari-November 2018, jalur darat Atambua dikunjungi 71.999 wisman. Angka ini naik 26,54% dengan rentang waktu sama dari tahun sebelumnya. Sebab, pada 2017 arus masuk wisman hanya 56.896 orang. Dari jumlah ini, 96,6% diantaranya adalah wisatawan Timor Leste. Angka riilnya 69.553 orang.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan konser tersebut dengan sangat matang. Dia berharap, konser ini membawa dampak besar terhadap pariwisata di Atambua khususnya dan di Belu, NTT secara keseluruhan.

"Promosi dan publikasi akan sangat gencar kami lakukan, mulai dari sosial media melalui viral kupang dan anak anak Genpi, juga TV Running Text H-3 sebelum konser, baik di GMN TV RDTL dan RTTL," terangnya

Selain itu, juga akan dilakukan promosi melalui radio dan acara Tealkshow sepuluh hati sebelum even dimulai.

"Bukan itu saja, promosi melalui penyebaran flyer event di beberapa kota di Timor Leste akan kami lakukan juga, seperti Dili, Oecusse dan Batugede. juga Promosi melalui SMS Blasting dan pemasangan baliho.Kita akan All out," lanjutnya

Ricky optimis promosi dan publikasi yang gencar ini akan banyak mendatangkan wisatawan. Ia juga menambahkan,  Atambua sangat potensial dijadikan kota festival karena memiliki sarana wisata yang mumpuni.

”Kami punya alam perbukitan, punya Pantai Tanjung Bastian. Kontur daerahnya bukit juga dengan pantai yang berpasir putih. Ini asik sambil menunggu Konser, semua bisa mengexplore alam kami,” ujarnya berpromosi

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif rencana konser D'Masiv di Atambua. "Bagus sekali D'Masiv bisa membawa Wonderful Indonesia. Ini kulturasi budaya dan kolaborasi yang bagus,” kata Arief Yahya.