SAMOSIR - Vicky Sianipar betul-betul menghipnotis gelaran Musik Pesona Danau Toba 2018 di Lapangan Sisingamangaraja, Balige, Toba Samosir (Tobasa), Minggu malam (28/10/2018). Tampil di Balige, dinilainya bak mentas di rumah sendiri.

Vicky memang jadi musisi muda yang sudah tersohor diseantero Sumatera Utara (Sumut). Musisi sekaligus produser dan juga komponis berusia 42 tahun itu, juga dinilai sebagai salah satu inspirasi bagi anak-anak muda di kampung halamannya.

Vicky pun sangat berharap, gelaran seperti Musik Pesona Danau Toba bisa terus diselenggarakan dengan baik dan terus menerus. Karena menurutnya, dengan adanya gelaran seperti ini bisa meningkatkan pariwisata dan juga mengangkat sisi ekonomi masyarakat setempat.

“Rasanya sangat senang. Pasti jadi pengalaman yang berberda kalau main di Balige. Seperti main di depan saudara-saudara sendiri, di rumah sendiri. Walau lahir dan tinggal di Jakarta, tapi kampungku disini. Di Hutaginjang, Sianipar,” ungkap Vicky.

“Sebetulnya esensinya bukan ramai-ramainya. Bukan acara besar kecilnya, akan tetapi dampaknya ke masyarakat. Mudah-mudahan semakin kedepan acaranya semakin yang sifatnya betul-betul meningkatkan ekonomi setempat. Baik dari pariwisata dan juga banyak orang luar datang. Saya sangat bangga dengan promosi Danau Toba saat ini oleh pemerintah,” lanjutnya.

Kehadiran Vicky yang total menyanyikan 12 lagu di mana beberapa lagu dinyanyikan bersama Tongam Sirait, sangat diapresiasi oleh Bupati Tobasa, Edward D Siagian. Dirinya pun menegaskan, gelaran Musik Pesona Danau Toba yang sudah digelar di tiga tahun terakhir itu akan terus digelar secara berkelanjutan.

“Dengan kehadiran Vicky disini, masyarakat Tobasa bisa terhibur dan bisa juga sekalian meningkatkan budaya-budaya daerah. Dan yang diharapkan juga, dengan adanya Vicky bisa mendorong pariwisata kita lebih maju lagi,” papar Edward.

Gelaran Musik Pesona Danau Toba juga mendapat apresiasi tinggi dari Kementrian Pariwisata (Kemenpar). Apalagi jika melihat antusiasme tinggi yang ditunjukan masyarakat Tobasa dan sekitarnya. Di mana penonton yang hadir memenuhi venue ada sekitar ribuan lebih.

“Banyak sekali penonton yang hadir untuk menyaksikan Musik Pesona Danau Toba. Acara ini bagus. Selain jadi hiburan masyarakat, juga bisa memperkenalkan budaya lokal dan mampu jadi pilihan pariwisata yang begitu banyak disekitaran Danau Toba,” ungkap Ida Fahmiwati selaku Kepala Bidang Pemasaran Area I Sumatera.

Tak hanya Musik Pesona Danau Toba yang menghentak Sumut. Tapi juga pilihan gendre musik lain ditawarkan dalam Samosir Jazz Seasons 2018. Event yang untuk kali kedua digelar di tahun ini tak kalah menariknya. Selain menikmati musik jazz yang khas, pegunjung bisa menikmati pemandangan Danau Toba yang menawan.

Samosir Jazz Season 2018 menjadi kalender tahunan, yang dibuat untuk ikut meningkatkan kunjungan wisatawan ke Samosir khususnya, dan Sumut pada umumnya. Bahkan sekaligus juga diharapkan turut menggaungkan potensi pariwisata Kawasan Danau Toba ke nusantara dan dunia internasional.

Samosir Jazz Season tahun ini diikuti oleh penyanyi dan musisi jazz Indonesia terkemuka. Diantaranya adalah Erucakra Mahameru sendiri, sebagai gitaris bersama grup musiknya, Erucakra & C Man.

Kelompok ini beranggotakan para musisi kawakan Medan seperti Rusfian Karim (drums), Heri Syahputra (keyboard), Radhian Syuhada (bass), serta musisi muda berpotensi, Brian Harefa (saxophone).

Erucakra & C Man tampil mengedepankan konsep istimewa, dimana akan disajikan musik kontemporer bertemakan Sriwijaya Kronologi. Di dalamnya juga didukung oleh musisi internasional, Rodrigo Parejo, flutist asal Spanyol. Serta musisi asal Amerika Serikat, Edward Van Ness.

“Seperti yang kita lihat jika event-event menarik untuk mendatangkan para wisatawan lokal atau pun asing terus digenjot di daerah-daerah sekitar Danau Toba. Apalagi event dan juga jenis pariwisata yang ditawarkan juga banyak jenisnya,” tutur Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Iyung Masruroh. (*)