sportourism.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang gencar menjadikan wisata kuliner sebagai salah satu ikon pariwisata dari Indonesia. Pemerintah menargetkan 2,3 juta wisatawan kuliner hingga 2019 mendatang.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh mengatakan, atraksi kuliner saat ini sedang gencarnya dikembangkan. "Karena wisata makanan atau kuliner menjadi top 3, jadi kita akan terus dorong," katanya di Festival Jajanan Bango, Sabtu, 14 April 2018.

Hasil perhitungan Kemenpar, wisatawan menghabiskan 30-40 persen uangnya untuk kuliner. Potensi kuliner Nusantara juga sangatlah banyak dan besar. "Baik dari wisatawan mancanegara maupun domestik," katanya.

Ia menegaskan, soto yang dijadikan salah satu kuliner yang dijagokan. Vita pun menjelaskan tiga program wisata yang akan dijalankan untuk menaikkan wisata kuliner di Indonesia. Pertama, menaikkan national food, salah satunya soto. "Kami mengambil dari hasil survei CNN, ada empat makanan lainnya yang jug populer, yakni rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado."

Program selanjutnya adalah menetapkan lima wisata yang di-endorse dan akan masuk di World Tourism Organization (UNWTO), yaitu Bali, Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), dan Bandung.

Selain itu, adalah co-branding dengan restoran-restoran diaspora Indonesia "Sudah ada 10 negara yang masuk daftar, seperti Amerika, Prancis, dan Belanda.”