sportourism.id-Ratusan wisatawan tengah dievakuasi dari tiga gili yang menjadi kawasan wisata favorit di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ratusan wisatawan asing dan lokal ini dievakuasi oleh Badan SAR Nasional.

"Tim SAR telah mengevakuasi hampir 200 wisatawan asing mancanegara dari tiga Gili, Gili Trawawngan, Gili Air, Gili Meno. Masih ada 700 wisatawan domestik dan asing yang saat ini masih dalam proses evakuasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BNPB mencatat total korban meninggal dunia 91 orang, 209 orang luka-luka, ribuan rumah rusak. Selain itu, sampai Senin pagi, masih ada wilayah di Lombok yang belum terjangkau petugas SAR gabungan.

Bencana alam gempa bumi terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB, yang berdasarkan informasi BMKG berpusat pada koordinat 8,37 LS dan 116,48 BT, dengan magnitudo 7,0 SR, di kedalaman 15 km, berjarak 27 km timur laut Lombok Utara. 

Kementerian Pariwisata mulai mengaktifkan Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau perkembangan terkini bencana gempa bumi, malam ini, Minggu 5 Agustus 2018. Sasarannya, memantau 3A yakni Akses, Amenitas dan Atraksi yang terkait langsung dengan wisman dan wisnus di Lombok dan Bali.

Crisis Center yang dimaksud adalah Manajemen Crisis Kepariwisataan yang dipimpin oleh Guntur Sakti, Karokomblik. Malam ini juga, tim ini langsung memantau semua hal yang terjadi di Lombok Bali, terkait bencana gempa tersebut.

Situasi bandara Lombok International Airport (LIA) dalam kondisi normal dan tetap beroperasi. Begitu pun di Bali Ngurah Rai International Airport, juga beroperasi dengan aman dan normal.