SPORTOURISM - Beredar kabar tentang dilarangnya jaringan data seluler atau internet saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 yang akan berlangsung di Bali pada Sabtu, 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA sampai dengan Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 WITA. Hal ini dilakukan, agar momen selama perayaan tersebut tidak terganggu.

Selain itu, tidak diperkenankan menyelenggarakan paket Hiburan Nyepi bagi hotel-hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya di Bali. Hal ini juga dikatakan oleh Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Baca Juga: Kali Pertama, Hari Raya Nyepi di Bali Melarang Menggunakan Internet

"Untuk perayaan Nyepi, biasanya kami tidak pernah melakukan even atau paket wisata lainnya. Hal ini untuk evaluasi diri, agar tidak hura-hura dan untuk menghormati umat yang sedang melakukan ritual keagamaannya. Peraturan ini kan baru berlaku untuk tahun ini," katanya saat dihubungi Sportourism, Selasa (06/03). 

Sedangkan untuk akses internet di hotel-hotel, wifi misalnya, masih tetap berjalan. Sebab, hal ini berkaitan dengan penggunaan alat komunikasi dan listrik di hotel untik kepentingan para tamu.

"Kalau listrik ikut dimatikan di hotel-hotel, nanti lampu, lift atau apapun yang menggunakan listrik tidak akan berjalan. Tidak semua tamu atau wisatawan adalah Hindu. Pemutusan akses internet selama Nyepi masih dalam bentuk imbauan dan masih dibicarakan," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini juga menjelaskan, hotel-hotel masih tetap beroperasi seperti biasanya. Karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali, dan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. "Kunjungan wisatawan ke Bali saat Nyepi tidak terlalu siginfikan, yaitu antara du hingga lima persen," katanya.