SEMARANG: Wisatawan Jawa Tengah (Jateng) menjadi sasaran kegiatan promosi Danau Toba yang berlangsung di Hotel dan Mall Paragon, Semarang, 28 - 30 September 2018. Diikuti 30 pelaku industri wisata di Sumatera Utara (Sumut), banyak paket wisata ke Danau Toba yang ditawarkan kepada masyarakat Jateng dengan harga bervariasi per pax nya. Sebagian besar mereka tertarik untuk melancong dengan paket menginap 4 hari 3 malam, meliputi wisata Medan - Danau Toba (parapat/Samosir Island) - Brastagi - Medan - airport.

Menurut Asdep Pemasaran I Region I Kemenpar, Masruroh kegiatan promosi Danau Toba di Semarang ini merupakan upaya pemerintah dalam menggenjot wisatawan nusantara (wisnus). "Danau Toba menjadi salah satu fokus kami dalam menjaring wisnus. Dari 10 destinasi prioritas, kami memilah lagi menjadi 3 destinasi yang kami fokuskan untuk saat ini, yaitu Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika. Kenapa 3 ini? Karena 3 tempat inilah yang paling siap dan memenuhi unsur 3A, aksesibilitas, amenitas dan atraksi," ujar Masruroh.

Sayangnya, meski Danau Toba telah memenuhi unsur 3A, namun ternyata masih ada ganjalan bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya. Tidak adanya penerbangan langsung dari Semarang ke Sumut menjadi salah satu perhatian pada kegiatan promosi dan salling Danau Toba ini. Selain memperpanjang waktu perjalanan, tak adanya penerbangan langsung juga menambah cost pelancong dari Semarang ke Sumut. "Kami masyarakat Semarang dan sekitarnya tentu ingin adanya penerbangan langsung ke Sumut yang bisa lebih memudahkan kami untuk berwisata ke Danau Toba atau sebaliknya warga Sumut berwisata ke Borobudur," ujar
Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (Disporapar Jateng), Agus Haryadi, Sabtu (29/9).

Adapun, Ketua Asita Jateng Joko Suratno mengatakan, Danau Toba adalah destinasi wisata yang sudah tak  asing bagi warga Jateng. Hanya saja pos pengeluaran biaya masih tinggi pada penerbangan. “Maka sebetulnya yang perlu didorong itu fasilitas penerbangan agar bisa lebih banyak dan langsung dari Semarang. Dengan begitu akan mengurangi biaya perjalanan,” ujarnya.

Kasubdit pemasaran area Sumatera Utara Kemenpar, Rahma Yuliana  menerangkan, permasalahan fasilitas penerbangan sedang diupayakan. “Saat ini misalnya untuk menarik wisatawan mancanegara, sudah ada penerbangan langsung dari Malaysia ke bandara Raja Sisingamangaraja XII atau bandara Silangit. Jadi kami akan bersinergi dengan perusahaan penerbangan untuk kerja sama ini,” terangnya.

Sementara Kabid Pemasaran Badan Otorita Danau Toba, Basar Simanjuntak mengatakan bila ada penerbangan langsung dari Semarang ke Sumut tentu akan lebih meningkatkan lagi kunjungan wisatawan Jateng ke Danau Toba. "Karena itu kami berharap agar ini bisa menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong maskapai penerbangan agar membuka rute Semarang - Medan atau Semarang - Silangit," ujar Basar.

Menurut Basar banyaknya orang Jawa yang tinggal di Sumut membuat Jateng menjadi pasar potensial. Karena kunjungan atas dasar kekerabatan termasuk tinggi. Maka pantaslah kegiatan promosi Danau Toba digelar di Semarang ini.

Masyarakat Semarang sendiri tampak antusias dengan kegiatan promosi Danau Toba ini. Bahkan pelaku industri wisata tak hanya datang dari Semarang saja, tetapi juga dari kota-kota di Jateng, seperti Pekalongan dan Jepara. "Kalau dilihat antusiasnya memang lumayan besar, meski mereka belum bisa langsung bertransaksi tapi paling tidak ada beberapa yang bisa kami followup ke depannya," kata M Yusuf Randy, Sales Manager Anda Sumatera Tours and Travel, Sabtu (29/9).

Menurut Yusuf yang mengikuti kegiatan B to B (bisnis to bisnis) table top di ballroom Hotel Paragon, umumnya buyers masih mencari informasi sebanyak-banyaknya soal paket wisata yang ditawarkan oleh Saller (pelaku industri wisata) Sumut . "Biasa, mereka masih mengumpulkan informasi, bagi travel untuk jualan mereka juga di masa liburan akhir tahun nanti. Begitu juga buat perorangan. Tak apa yang penting kami sudah berinteraksi dan nanti bisa saling kontak untuk followupnya," ujar Yusuf yang mengaku banyak manfaat yang didapat dari kegiatan ini, terutama memperluas jaringan pasar.

Dari kegiatan ini, Yusuf sendiri mengaku dapat buyer potensial untuk 5 pax paket wisata 4 hari 3 malam ke Medan - Danau Toba (Parapat/Samosir Island) - Brastagi - Medan - Airport. Paket ini dipatok kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per pax berdasarkan kategori Silver atau Gold. "Tapi memang kami perlu followup lagi sebab planing mereka untuk liburan akhir tahun," ujar Yusuf.

Lagi-lagi tak adanya penerbangan langsung Semarang - Sumut jadi keluhan buyer. "Mereka bilang cost penerbangannya jadi lebih mahal. Malah murah ke Singapura yang bisa langsung," kata Yusuf.

Sama seperti halnya Yusuf, Yulianto yang sales dari Maju Ika Jaya travel juga menyoroti tak adanya penerbangan langsung. Meski begitu Yulianto tetap optimistis dengan kegiatan ini. "Ada aja sih yang tertarik dengan paket- paket yang kita tawarkan. Memang mesti di followup lagi," ujarnya.

Kegiatan promosi Danau Toba yang disokong Kementrian Pariwisata ini sendiri diharapkan mampu meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan Jateng ke Sumut. Jika tahun sebelumnya tingkat kunjungan mencapai 45 ribu, maka tahun ini pemprov Sumut lewat Dinas Pariwisatanya menargetkan kunjungan wisnus asal Jateng diatas 45 ribu. "Semoga target ini bisa tercapai dengan kegiatan ini," kata Basar.

Sementara itu secara terpisah Menpar Arief Yahya mengatakan Danau Toba patut dibanggakan menjadi destinasi wisata eksotik, apalagi di tengah pulaunya terdapat sebuah pulau yang luasnya hampir sama dengan luas negara Singapura. Danau ini juga menjadi salah satu danau terdalam di dunia dengan kedalaman di atas 450 meter.

“Selain Samosir, Toba juga punya Parapat, Pulau Sibandang, Pusuk Buhit, juga Tongging yang punya Air terjun Sipiso-Piso. Yang gemar memancing bisa ke Bakara. Masih ada banyak lokasi lain, tetapi setidaknya itu bisa memberi gambaran indahnya kawasan Danau Toba di Sumatera Utara,” tutur Arief Yahya.