sportourism.id - Sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi di bidang olahraga, Universitas Brawijaya (UB) berencana membentuk akademi sepakbola. Rencananya, Brawijaya bakal berkolaborasi dengan universitas lain yakni Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Menurut Rektor UB Malang Prof Muhammad Bisri, pembentukan akademi sepak bola sebagai salah satu wujud tri dharma perguruan tinggi dengan peduli terhadap dunia persepakbolaan di Tanah Air.

"Saat ini kami masih mematangkan konsep sebelum meluncurkan akademi tersebut. Kami ingin membantu negara untuk mewujudkan sepakbola sebagai salah satu kebanggaan Indonesia dan pemersatu bangsa," katanya, Jumat (27/4/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya pernah mendapatkan tawaran S2 sport management dari Selandia Baru untuk mempelajari dan menciptakan sport science dengan tujuan secara kolektif mewujudkan sebuah program latihan atau materi untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi sebuah pertandingan atau kompetisi.

Namun, prestasi olahraga sepak bola juga bisa dibangun melalui kolaborasi tiga perguruan tinggi besar, yaitu UB, UI dan ITS. Tiga perguruan besar ini membahas sport science bagi pemain sepak bola.

"Namun, yang pertama, ayo kita buat sekolah akademi sepak bola dulu sebagai wadah untuk mencetak pesepak bola andal, mumpuni dan berprestasi cemerlang agar bisa mendunia," katanya.

Sebelumnya Ketua PSSI Joko Driyono di hadapan para pejabat rektorat UB Kamis (26/4/2018) menyampaikan keinginananya kepada perguruan tinggi untuk dapat melakukan kerja sama, seperti mendiskusikan sepakbola dalam perspektif dunia.

"UB akan membangun akademi, PSSI ingin berdampingan dengan universitas, khususnya dengan UB, karena esensinnya sepak bola sekarang 'talent is not enough', tapi juga harus menerapkan sport science. Kami sebagai pelatih dan pemain, jika bicara tentang sport science, biomekanik, kepelatihan, dan psikologi itu sulit. Kami sangat senang jika di kampus didiskusikan sepak bola dalam perspektif dunia," ujarnya.