sportourism.id – Lancar, aman, tertib! Itu level pertama capaian hingga H-5 #PesonaMudik2018 melalui seluruh bandara di Angkasa Pura II. Satu juta penumpang yang melintasi terminal di 15 bandara terlayani optimal. Termasuk pusat arus mudik di Soekarno Hatta Airport, Jakarta.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar, aman, terkendali. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Selamat mudik Lebaran, selamat berhari raya dan bertemu sanak famili dan handai tolan,” ucap Muhammad Awaluddin, Dirut PT Angkasa Pura II di Jakarta.

Data realisasi sementara penumpang Angkutan Lebaran 2018, sampai hari ketiga, adalah 1.036.166. Atau, naik 14,5% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Yaitu sebesar 903.538.

Pertumbuhan dengan persentase tertinggi ada di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yaitu sebesar 133,5%, dikuti oleh Bandara Silangit 39,5%, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang 23,8%. Bandara Internasional Minangkabau Padang 20,4% dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang 18,5%.

Untuk pergerakan penumpang angkutan Lebaran, mayoritas ada di Bandara Soekarno-Hatta. Yaitu sebesar 615.566 penumpang. Atau, naik 15% dibanding tahun lalu. Diikuti Bandara Kualanamu sebesar 94.938 atau 8,5% dalam periode 3 hari ini.

Untuk pergerakan pesawat sampai dengan H-3, adalah 7.156 pesawat. Jumlah ini naik 4,7% dibandingkan tahun lalu. Yaitu sebesar 6.836 pesawat. Persentase kenaikan paling tinggi ada di Bandara Banyuwangi, sebesar 91,6%.

Tahun ini, tugas PT AP II bertambah dengan dioperasikannya Bandara Kertajati. Bandara Internasional Jawa Barat ini langsung melayani Angkutan Lebaran 2018.

Menurut President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, pergerakan penumpang akan terus mengalami kenaikan.

“Lonjakan penumpang ini akan terus berlanjut menjelang hari H Lebaran atau tanggal 15 Juni 2018, kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan lancarnya pelayanan Angkutan Lebaran 2018 ini,” papar Awaluddin.

Adapun rute favorit untuk tujuan domestik adalah Surabaya, Bali, Medan, Makasar dan Yogyakarta. Sedangkan rute favorit tujuan Internasional masih didominasi tujuan ke Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Bangkok, dan Tokyo.

AP II mengimbau seluruh penumpang pesawat udara untuk tetap waspada. Termasuk mengantisipasi waktu perjalan ke Bandara. Seperti berangkat 3 jam sebelum keberangkatan. Sebab, traffic menuju bandara semakin meningkat.

Lebih baik menunggu di bandara lebih lama daripada terburu-buru dikejar waktu. Di terminal 3 misalnya, semakin lengkap fasilitas publiknya, termasuk tempat duduk, restoran, shop, toilet, sampai spot selfie di banyak sudut.

Taman-taman, bunga anggrek, foto-foto, dekorasi, semula bisa menjadi tempat swafoto yang Instagramable. “Bisa sekaligus berwisata, menjadi destinasi wisata pemudik, sebelum terbang sampai di kampung halaman masing-masing,” jelas Awaluddin.

Untuk persiapan keberangkatan, penumpang dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas digital check-in. seperti web-check-in, Mobile APPs Check-in pada gadget masing-masing.

PT Angkasa Pura II selalu berusaha berinovas meningkatkan pelayanan untuk meningkatkan Passenger Journey Experience yang menyenangan bagi seluruh penumpang di semua Bandara AP II.

Terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memuji kesiapan dan layanan bandara yang dilintasinya. Terbang Jakarta-Banyuwangi di mudik Lebaran, 10 Juni 2018 dia sekaligus mengecek akses buat wisatawan #PesonaMudik2018 Lebaran.

“Progressnya bagus! Keren! Layanannya juga sangat siap dan bagus. Kemenangan itu direncanakan. Sukses dalam service excellent itu juga gol yang harus direncanakan. Saya melihat, sampai dengan hari ini terlayani dengan baik,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief memang concern dan melihat langsung progress pengembangan bandara, termasuk yang di Banyuwangi ini. Sebab, bandara adalah satu bagian penting dalam 3A Pengembangan Destinasi Wisata, yakni Akses, Atraksi dan Amenitas. “Itu rumus mengembangkan destinasi wisata, selain CEO Commitment, atau keseriusan bupati dan walikotanya,” ungkap Arief Yahya yang asi Banyuwangi itu.

Akses itu, kata Arief Yahya, ada 3 unsur penting. Yakni Airport, Airlines, dan Authority atau AirNavigation. “Mengapa bandara itu penting, karena 75% wisman ke Indonesia itu naik pesawat, via jembatan udara,” paparnya.

Bandara Blimbingsari ini memang mendapat perhatian Menpar Arief Yahya karena akan menjadi penunjang Pertemuan IMF-World Bank. Tepatnya Oktober 2018 mendatang di Bali.

Bandara Banyuwangi juga akan memiliki rute penerbangan baru. Hal itu diketahui setelah maskapai NAM Air berencana membuka penerbangan Banyuwangi-Denpasar.

“Saya melihat langsung progress pengembangan Bandara Banyuwangi dan bagus. Saya dapat info jika NAM Air mau buka rute Banyuwangi – Denpasar,” kata Arief Yahya. Jika Banyuwangi-Bali dibuka, maka wisman yang sudah explore Bali, bisa melanjutkan ke Banyuwangi dan sekitarnya.

Diterangkan Menpar, penerbangan ini akan dilayani dengn pesawat ATR 72-600. “Rencananya, penerbangan akan dilakukan sore menjelang malam, sekitar jam 18.00-19.00. Tapi masih menunggu persetujuan slot time di Bandara Ngurah Rai Denpasar,” terangnya.

Menurut Arief Yahya, penerbangan ini diperlukan untuk mendukung paket wisata ke Banyuwangi. Khususnya bagi peserta Pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank.

Menpar mengaku sudah bertemu dengan pihak NAM Air. Anak perusahaan Sriwijaya Air ini serius dalam membuka rute Banyuwangi. "Saya sudah bertemu NAM Air. Dan ini rencana akan kita Dorong secepatnya penerbangan ini," tambahnya.

Selain penambahan slot time maskapai, Sejumlah perbaikan juga dilakukan di Bandara Banyuwangi. Seperti penambahan luasan apron seluas 23.000 meter2, penebalan runway (overlay) dari PCN 27 menjadi 56, pelebaran runway dari 30 meter menjadi 45 meter, penambahan luasan parkir 1.000 meter2.

Semua pengerjaan itu ditargetkan selesai sebelum Oktober 2018, sekaligus mengantisipasi padatnya penerbangan saat pertemuan IMF - World Bank.