SPORTOURISM - Kepala Dinas Pariwisata Bali, Agung Yun mengatakan, jika situasi di Bandara Ngurah Rai, Bali sudah kondusif. Dalam penanganan evakuasi Gunung Agung ini, dinilai semua baik-baik saja dan tidak ada masalah karena beberapa mahasiswa telah ditugaskan untuk mengedukasi sejumlah penumpang, khususnya wisatawan yang ada di bandara.

"Di bandara suasananya sudah kodusif. Pesan saya, penanganan saat ini jauh lebih bagus, daripada saat kasus Gunung Raung. Pengalaman itu cukup bagus," ujar AA Yuniarta, Kadispar Bali dalam pernyataannya yang didapat Sportourism, Senin (27/11).

Sedangkan menurut Ketua Bidang Informasi dan Media Bali Tourism Hospitality, Dewa Gede Ngurah Byomantara, penumpukan penumpangan sudah tidak ada. Hanya ada beberapa penumpang saja yang terkendala e-ticketing, sehingga tidak ada penumpukan.

"Evakuasi dilakukan bekerjasama dengan Menteri Perhubungan, Organda, Dinas Perhubungan Kabupaten atau Kota Saat ini, ada sekitar 257 wiasatawan yang telah dievakuasi ke Juanda," kata Byomantara.

Kondisi terminal yang sudah aman dan terkendali, juga disiapkan beberapa logistik bagi para penumpang atau wisatawan yang ingin bertahan di bandara. Seperti menyiapkan matras-matras dengan ruangan yang memadai. Sehingga, mereka (wisatawan) bisa beristirahat dengan baik.

Tersedia juga counter imigrasi khusus untuk passenger yang habis masa tinggalnya dan bisa langsung diperpanjang satu bulan ke depan. Sudah ada 14 wisatawan yang sudah ditangani oleh pihak imigrasi. Bandara pun masih menyiapkan pelayanan hingga flash flight atau sekitar pukul 02.00 WITA.

"Kami juga menyiapkan data selter, termasuk kontak person yang ditinggalkan di bandara untuk para wisatawan. Kami layani secara maksimum. Beberapa bus yang disiapkan Menteri Perhubungan sangat memadai. Sehingga tidak terjadi kekurangan," ujarnya.

Juru Bicara Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali, Gilda Lim Sagrado juga menambahkan, beberapa rekan-rekan dari luar negeri seperti Korea Selatan dan Malaysia telah diberi informasi untuk menghubunginya, terkait tentang pengamanan wisatawan yang berada di Bali.

"Kami sudah handel agar masuk ke dalam hotel. Ada juga travel agent dari India, menanyakan langkah-langkah apa saja yang harus diberitahukan pada tamu'" katanya.

Terhitung pukul 17.00 WITA pada (27/11), ada 1150 kamar yang disiapkan oleh Industri Pariwisata dan siap melayani passenger list. Laporan pun telah dilakukan para travel agent dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).