SPORTOURISM – Sektor pariwisata diproyeksikan menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia dengan nilai Rp 280 triliun. Pemerintahan pun telah memasang target kunjungan wisatawan mencapai 20 juta wisman dan 275 juta perjalanan wisnus pada tahun 2019.

Potensi dan prospek pariwisata semakin tampak cerah manakala TripAdvisor mencatat dalam setahun terakhir ada peningkatan 30 persen traveller yang memilih Asia Pasifik termasuk Indonesia sebagai destinasi wisata.

World Travel and Tourism Councilv (WTTC) menilai Indonesia memiliki potensi yang besar namun memiliki pekerjaan rumah di antaranya untuk mendistribusikan jumlah traveller secara lebih merata dan mengedukasi pelaku industri pariwisata konvensional mengarah pada digital marketing.

Meski menghadapi tantangan berat di bidang digital marketing, namun tiga deregulasi signifikan telah diterapkan di antaranya pemberlakuan visa free, penyederhanaan perizinan yacht atau kebijakan CAIT dan Cruise Cabotage Principle yang diharapkan mampu mendorong kunjungan wisman.

Berkaitan dengan tantangan maupun prospek pariwisata di Indonesia, sebuah acara bertajuk Indonesia Tourism Outlook (ITO) digelar dengan tujuan untuk menganalisa prospek, peluang, dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak. Acara yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) ini pun didukung penuh oleh Kemenpar.

Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan yang kompeten dan terkait langsung dengan sektor pariwisata. Sejumlah pembicara yang hadir dan menyampaikan paparannya yaitu Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai pembicara kunci, lalu pengamat ekonomi Faisal Basri, Head Of Destinastion Marketing APAC, TripAdvisor Sarah Mathew, dan lainnya.

Ketua Umum Forwapar Fathkurrohim, mengatakan ITO diharapkan dapat menjadi ajang untuk mengetahui dan memprediksikan peluang pariwisata di 2018 dan berbagai program pariwisata yang harus digenjot pada tahun depan. “ITO sebagai ajang berbagi informasi dan diskusi dalam rangka pertumbuhan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gede Pitana menyatakan pihaknya menyambut baik ITO yang diharapkan mampu menghimpun lebih banyak masukan sekaligus menganalisis prospek pariwisata Indonesia yang akan datang.

Menurut Pitana, berbagai masukan yang datang dari kalangan yang kompeten di bidangnya akan sangat bermanfaat bagi pemerintah untuk merancang dan memberlakukan kebijakan yang mendorong sektor pariwisata semakin maju. “Melalui ITO kami berharap seluruh pemangku kepentingan yang terkait pariwisata dapat memberikan sumbangsihnya,” tegasnya.