SPORTOURISM - Penulis novel Boy Candra lahir dan tinggal di Kota Padang yang dikenal dengan aneka masakan khas bersantan. Meski demikian, Boy kini tengah mengurangi makanan bersantan karena alasan kesehatan.

Ketika membayangkan Kota Padang di Sumatra Barat, salah satu yang paling cepat tersirat yaitu rendang, atau kuliner khas lainnya. Mengingat, aneka kuliner khas Padang sudah tersebar hampir di seluruh penjuru Tanah Air.

Selain memiliki cita rasa yang khas, masakan Padang juga dikenal kaya rempah dan identik dengan santan kelapa. Maka tidak heran jika ada banyak orang yang tengah menderita penyakit tertentu mengurangi konsumsi masakan Padang.

Salah satunya Boy Candra. Penulis novel yang lahir dan tinggal di Padang. Kepada Sportourism, penulis yang sedang menyelesaikan buku ke-15 itu bercerita mengenai pola makan.

"Dalam setahun terakhir saya sudah mulai pilih-pilih makanan. Santan-santan tidak terlalu banyak. Masakaan Padang kan banyak santannya tuh, biasanya saya kurangi. Tapi sesekali tetap makan. Beberapa sayuran juga saya hindari. Saya juga tidak makan daging sapi dan lain-lain kecuali ayam dan ikan," kata Boy pada Jumat (23/11).

Menurut pria yang tengah melanjutkan studi S2 itu, penulis sangat rentan sama masalah mental. Kadang ia merasa tidak stabil. Baik secara emosi maupun mental.

"Yang saya pelajari, salah satu pengaruhnya datang dari makanan. Selain dari olah rasa saat menulis. Terlebih saya sering menulis yang sedih-sedih. Secara emosional itu sangat berpengaruh. Kalau makan nggak diatur, emosi bakal labil banget," kata Boy menambahkan.

Tidak hanya pola makan, Boy juga memperbaiki pola hidup secara keseluruhan. Yaitu dengan istirahat yang cukup dan diimbangi olahraga.

"Dulu saya ngopi banyak banget. Sehari bisa lima sampai enam kali. Namun sejak November 2017 saya sudah nggak ngopi, teh, minuman bersoda dan beberapa jus juga. Jadi cuma minum air putih doang," kata penulis berusia 29 tahun mengakhiri.