SPORTOURISM - Penulis Novel Boy Candra mengakui pentingnya olahraga. Bahkan di tengah kesibukannya menulis, kuliah dan mengisi acara, ia berharap bisa berenang rutin setiap minggunya.

Boy Candra merupakan salah satu penulis Indonesia yang paling dikenal di kalangan generasi milenial saat ini. Tutur bahasa yang digunakan Boy dalam setiap novelnya dianggap mudah dicerna namun tetap memiliki makna.

Terhitung aktif menulis sejak 2011, Boy kini sudah menghasilkan 14 buku. Beberapa di antaranya seperti Origami Hati, Sebuah Usaha Melupakan serta Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua.

Dalam sebuah acara bedah buku di Jakarta Selatan pada Jumat (23/11), Boy bercerita mengenai alasannya menjadi penulis. Kemudian, ia juga menjelaskan secara rinci mengenai proses pembuatan buku terbarunya, Malik dan Elsa. Mulai dari proses penulisan hingga masuk dapur percetakan.

Menurut Boy, menulis merupakan olah rasa yang membutuhkan kepekaan untuk merangkai kata menjadi kalimat dan cerita. Karena hari-hari Boy disibukan dengan olah rasa, penulis yang lahir di Sumatra Barat, 29 tahun lalu itu sadar akan pentingnya olahraga.

"Saya masih jarang olahraga. Padahal itu penting agar bugar. Usia sudah mau genap 30, saya sudah merasa gampang capek. Untuk saat ini paling saya sering-sering jalan kaki. Nantinya sih ingin rutin renang," kata Boy usai mengisi acara bedah buku kepada Sportourism.

Selain diimbangi olahraga, penulis yang tengah melanjutkan studi S2 itu juga mulai memperbaiki pola hidup sejak setahun terakhir. Kini ia lebih sadar betapa pentingnya istirahat dan tidur yang cukup setiap harinya.

"Makan, tidur harus cukup. Kalau dulu saya bisa tidak tidur sampai dua hari. Tapi sekarang tiap hari saya harus tidur. Walau kadang tidak ngantuk, saya paksakan tidur," kata Boy menambahkan.