PALEMBANG – Semangat untuk mengangkat pariwisata Indonesia melalui dunia digital juga merasuki Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang. Poltekpar di Kota Pempek ini bahkan siap mengaktivasi Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

Rencana ini tidak main-main guys. Sudah ada 800 mahasiswa yang siap memperkuat laskar digital Poltekpar Palembang. Mereka akan menjadi agen perubahan. Serta, siap mempromosikan pariwisata Palembang dan Sumatera Selatan.

Antusiasnya Poltekpar Palembang ini disampaikan Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, Senin (10/9). Menurutnya, sejak dibentuk GenPI di Poltekpar Palembang, pengurusnya langsung membuat program dan pemetaan destinasi di Sumsel.

Mereka bertekad memberikan perubahan dalam pariwisata baik dalam berpromosi dan membangun sadar wisata.

"Saat ini ada 800-an mahasiswa di Poltekpar Palembang. Semuanya diwajibkan bergabung ke GenPI. Mereka akan menjadi agent change (agen perubahan) untuk pariwisata Indonesia umumnya, dan Sumsel khususnya," ujar Zulkifli.

Zulkifli menjelaskan, masuknya GenPI di Poltekpar Palembang, akan memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Dia menilai, kampus memiliki potensi besar untuk mengangkat pariwisata Indonesia.

“GenPI cocok dengan generasi milenial yang menjadikan wisata sebagai bagian dari gaya hidup. GenPI juga cocok bagi mahasiswa yang suka piknik, suka foto dan jalan-jalan ke destinasi wisata di Indonesia. Ini menjadi wadah yang pas untuk berkreasi,” tuturnya.

Zulkifli menambahkan, mengenal dunia digital saat ini menjadi keharusan. Untuk itu fokus pembelajaran di Poltekpar Palembang juga digiring ke arah digital.

"Dengan adanya GenPI, para siswa mendapat ilmu baru sekaligus membuka cakrawala. Kami ingin membangun jiwa interpreneur siswa. Dan semua itu bisa didapatkan di GenPI," ujarnya.

Sedangkan pemetaan destinasi yang sudah dilakukan Poltekpar Palembang, terkait persungaian yang ada di Palembang dan Sumsel. Selain itu, wisata budaya dan religi juga menjadi fokus utama.

Adapun 10 destinasi yang menjadi fokus GenPI Poltekpar Palembang di antaranya Benteng Kuto Besak, Museum Balaputra Dewa, Museum Sriwijaya dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II, Kampung Kapitan, Kampung Al-Munawar, Al-Quran Al-Akbar, Bukit Siguntang, Pulau Kemaro dan Pasar 16 Lir.

"Di Palembang kan yang terkenal sungai-sungainya. Kita perkenalkan wisata-wisata di jalur sungai ke dunia, seperti Sungai Musi. Selain itu juga wisata budaya dan religinya kita angkat," tambahnya.

Respon positif didapat dari Menpar Arief Yahya. Dia senang makin banyak mahasiswa yang antusias bergabung dengan GenPI. Sebab itu dirinya siap memberikan dukungan terhadap semua kegiatan GenPI.

“Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Pertama, creatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial, dari soal desain, angel, pemilihan kata, interaktif di medsos, sampai mengemas event. Kuncinya, harus selalu fresh dan kekinian,” tutur Menpar Arief Yahya.

Sementara poin keduanya, ada nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar.

“GenPI kan punya pasar-pasar kreatif yang instagramable dan selalu booming dimana-mana. Itu ada operational return dan non operational return yang bisa dibagi ke masyarakat dan GenPI sendiri. Sementara kawan-kawan GenPI kampus juga bisa melakukan Hal serupa,” tambah Menpar.

Nah, bagi yang tertarik gabung GenPI, silakan join. Caranya gampang dan nggak bikin ribet. Tinggal klik genpi.co. Kemudian carilah kanal ‘Gabung GenPI’ di sisi kanan atas laman. Setelah itu isi semua formulir data secara akurat, lalu klik ‘Daftar Sekarang’ atau ‘Submit’.