SPORTOURISM - Memasuki hari ke-11 setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status level IV Gunung Agung pada pukul 6 pagi waktu setempat, kesiapsiagaan personel di lapangan tetap tinggi.

Kesiapsiagaan dengan menempatkan tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) di beberapa titik strategis. Titik strategis tersebut memperhitungkan kemudahan akses dan keselamatan, baik personel maupun warga.

Dalam penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, Basarnas bersama mitra kerja lain mendirikan Pos Aju. Pos terdekat dengan kawasan berbahaya dan terletak di titik yang sudah diperhitungkan secara matang response time untuk evakuasi.

Basarnas dan mitra kerja lain sebagai Tim SAR gabungan telah mendirikan Pos Aju di 4 titik, yaitu Rendang, Selat, Les, dan Jasri. Hanya Les yang berada di kabupaten lain, Buleleng. Sementara pos lainnya berada di Kabupaten Karangasem. Pos aju ini biasanya berkekuatan 30 sampai 50 personel Tim SAR gabungan. 

Selain berkekuatan personel, mereka dilengkapi dengan armada dan perlengkapan evakuasi, seperti ATV (All Terrain Vehicle), truk dan tandu. Basarnas dibantu sejumlah personel yang disebut sebagai potensi SAR.

"Hari ini, sejumlah 217 personel siaga yang tersebar di 4 Pos Aju. Kami juga dilengkapi dengan 2 unit ATV yang siap digerakkan. Potensi SAR berasal dari beberapa instansi seperti TNI, Polri, PMI, maupun organisasi masyarakat. Kekuatan Basarnas berjumlah 58 yang berasal dari Denpasar dan Surabaya, “ ucap Cakra, personel Basarnas, saat ditemui di Pos Basarnas Tanah Ampo (7/12).

Hingga tanggal 6 Desember 2017, pukul 18.00 waktu setempat, BNPB mencatat jumlah pengungsi pada jumlah keseluruhan 66.716 jiwa. Mereka tersebar di 225 titik pos pengungsian. Jumlah titik pos pengungsian tertinggi di Kabupaten Karangasem, 129 titik dengan jumlah 39.486 jiwa.