SPORTOURISM - Ajakan meng-uninstall aplikasi Traveloka menjadi tren topik di Twitter hari ini, Selasa (14/11). Menelusuri tagar #UninstallTraveloka, dapat disimpulkan jika pengguna Twitter terbelah menjadi dua; mendukung aksi boikot aplikasi Traveloka dan menyesalkan tindakan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, perusahaan penyedia jasa travel online, Traveloka memberikan jawaban atas isu yang bergulir tersebut. Menurut Traveloka, ada informasi yang salah dari kabar yang luas beredar.

"Kami menyatakan bahwa Traveloka merupakan perusahaan berbasis teknologi yang didirikan oleh putra-putri bangsa Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai saling menghargai, bertoleransi dan berinovasi. Nilai-nilai ini senantiasa diterapkan kepada karyawan maupun pemangku kepentingan eksternal," jelas Traveloka, seperti yang dikutip dari VIVA, Selasa (14/11).

Traveloka menyatakan turut berbangga salah satu pendiri tersebut menerima penghargaan dari alumni Kanisius dalam acara tersebut. “Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk meningkatkan kontribusi di masyarakat melalui peningkatan mobilitas dan memperbaiki kualitas kehidupan," ujar Traveloka.

Tak lupa, Traveloka memberikan klarifikasi soal terseretnya nama pendiri mereka. Menurut pihak Traveloka, Derianto tidak hadir dalam acara tersebut, sehingga berbeda dengan kabar yang beredar di sosial media. Traveloka mengatakan, kabar Derianto hadir dan menyalami Ananda adalah hoaks, sebab saat itu Derianto sedang di luar Jakarta.

"Akan tetapi beliau berhalangan hadir dikarenakan beliau sedang melakukan perjalanan dinas yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Beliau sedang tidak berada di Jakarta,” tulis Traveloka. [AR]