SPORTOURISM - Indonesia semakin kuat positioningnya di peta pariwisata dunia. Salah satu theme park paling populer di muka bumi ini, Walt Disney bakal membangun Disneyland di kawasan Kulonprogo, Yogyakarta. Jika terealisasi, maka pamor Indonesia akan semakin keren dan menjadi magnit pariwisata yang dahsyat.

 

Setidaknya itulah harapan Menpar Arief Yahya terhadap industri pariwisata yang akan mengembangkan destinasi Joglosemar dengan ikon Borobudur itu. Tidak lama lagi akses ke Jogja akan semakin kuat, setelah bandara internasional yang baru dibangun. "Theme park itu adalah atraksi! Jika digabung dengan akses dan amenitas yang kuat, maka destinasi Joglosemar akan semakin kuat," katanya.

 

Disneyland adalah tempat hiburan bercita rasa internasional yang sudah ikonic. "Sudah ada investor yang melakukan survey di Kulonprogo. Ini menunjukkan ketertarikan investor pada Yogyakarta,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY. Tavip Agus Rayanto MSi, Rabu (11/1).

 

Di mata Agus, wisata man made ini punya potensi besar untuk memajukan ekonomi. Lapangan kerja akan meluas. Kunjungan wisatawan pun akan semakin meningkat. Dan Agus tak asal bicara. Dari data Theme Entertaiment Association (TEA / AECOM) 2015, pertumbuhan wisata ini sangat tinggi. Dan semua, didominasi oleh Asia dan based operator Amerika Serikat, yaitu Chimelong, Songcheng, Disney dan Universal Studio.

 

Untuk top 25 taman hiburan di seluruh dunia pada periode 2014-2015, rata-rata pertumbuhan kedatangan wisatawan mencapai 5,4 persen. Itu terjadi di tengah laju pertumbuhan Asia Pasifik sebesar 6,9 persen. Secara keseluruhan, jumlah kunjungan top 25 wisata theme park di seluruh dunia pada 2014 mencapai 223.500.000. Sementara pada 2015 meningkat menjadi 235.600.000.

 

Tengok saja angka kunjungan wisatawan di Magic Kingdom Walt Disney World, Amerika Serikat. Theme Park di Florida itu dikunjungi 20.492.000 wisatawan dalam kurun waktu satu tahun. Disneyland di California, AS, menembus angka 18.278.000 kunjungan. Walt Disney World di Orlando, Amerika Serikat, dikunjungi sekitar 16 juta orang per tahun. Tokyo Disneyland juga tak kalah fantastisnya. Theme park di ibukota Jepang itu dikunjungi 16.600.000 orang per tahun. Dua lainnya, Universal Studios Japan di Osaka serta Tokyo Disney Sea dikunjungi masing-masing 13.900.000 dan 13.600.000 pengunjung per tahun.

"Disneyland adalah sebuah franchise yang sukses. Tidak susah untuk membuatnya populer. Kalau standarnya sudah dunia, yang tidak tanggung, efeknya pasti dahsyat. Jadi nggak sekedar orang dari lokal Yogya dan

Kulonprogo saja yang menikmatinya. Tapi juga Jakarta, Bandung, bahkan wisman dari berbagai penjuru dunia juga datang ke situ," katanya.

 

Dan kebetulan, angka pertumbuhan rata-rata theme park di Indonesia berdasarkan Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) lumayan

tinggi. Angkanya masih di atas pertumbuhan rata-rata dunia. Bila pertumbuhan pengunjung waterpark dunia di 2015 mencapai 3,7 persen, Indonesia ada di kisaran 5-7 persen.