SPORTOURISM - Borobudur Writers and Cultural Festival 2017 (BWCF) akan segeral digelar selama tiga hari, pada 23-25 November 2017 di Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. Even yang digelar kali ke enamnya ini, akan mengusung tema: "Gandawyuha dan Pencarian Religius Agama-agama Nusantara".

Salah satu pendiri BWCF, Seno Joko Suyono mengatakan, kali ini penting yang diagkat adalah tentang keberadaan relief candi Gandawyuha. Dimana nama ini adalah salah satu yang paling berpengaruh, inti dari Borobudur dan awal simbol pluralisme di Nusantara pada abad ke delapan.

"Sebelumnya belum pernah ada yang membedah Gandawyuha. Di BWCF ini akan mengupas semuanya karena selama ini Borobudur hanya dikenal sebagai tempat wisatanya saja," kata Seno saat Konferensi pers di Tjikini Lima Restaurant & Cafe, Jakarta, Selasa, (14/11).

BWCF 2017 akan digelar berbagai acara, seperti seminar, pentas kolaborasi tari-rupa-musik, musik, pembacaan puisi, meditasi pagi, pemutaran film, pameran foto, pesta buku dan pemberian penghargaan.

Selain itu, BWCF 2017 akan menghadirkan yoga yang berlangsung di kaki Candi Borobudur dan berkolaborasi dengan komposer musik instrumental, Tony Prabowo. Sehingga keduanya digabung menjadi satu, dan mengajak para pengunjung melakukan yoga bersama.

"ini yoga dalam bentuk seni menampilkan juga penari dan juga musik yang berasa dari Tony Prabowo," kata praktisi yoga, Yudhi Widdiantoro.