SPORTOURISM – Halo teman-teman,perkenalkan nama saya Aura Maganta dari Kota Sidoarjo dan kali ini saya akan menceritakan pengalaman waktu travelling bareng keluarga di kota pelajar,Yogyakarta.Menurut saya, travelling merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah membuat bosan,mengapa? Karena melalui travelling kita bisa merasakan sensasi untuk hadir di suatu tempat istimewa dengan menginjakkan kaki sendiri.

Berbeda dengan hanya membaca suatu artikel tentang suatu tempat wisata dan kita hanya bisa membaca tanpa bisa merasakan bagaimana suasana di tempat tersebut. Indonesia memiliki banyak sekali kota-kota besar yang memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik khususnya bagi anak-anak remaja seperti kita ini. Yogyakarta adalah salah satu contohnya.

Pada tanggal 27 Januari 2017 yang lalu saya dan keluarga saya berencana untuk travelling dan mengeksplorasi Kota Yogyakarta yang terkenal dengan kesan “tak pernah tidur” ini . Saya berangkat dari kediaman saya sekitar pukul 05.00 WIB dan saya melewati banyak kota dalam perjalanan menuju Yogyakarta seperti Surakarta, Kartasura, dan Solo.

Melihat suasana di kota-kota tersebut mata saya sudah seperti dimanjakan dengan kemacetan yang ada di setiap jalanan menuju Kota Yogyakarta tetapi saya tetap menikmati perjalanan saya karena di kanan dan kiri perjalanan saya juga dapat melihat beberapa bangunan yang menurut saya sangat unik serta mengagumkan.

Saya dan keluarga saya tiba di Kota Yogyakarta sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung menuju hotel yang sengaja kami pesan sejak hari sebelumnya. Setelah check in dan membersihkan diri di hotel,saya dan keluarga saya memutuskan untuk menuju destinasi kami yaitu Malioboro.

Setelah kami sampai di Malioboro, Yogyakarta saya dan keluarga saya langsung merasakan sesuatu yang meledak-ledak dalam tubuh kami. Perasaan yang campur aduk antara senang, kagum, dan merasa sangat nyaman di tempat ini. Pada awalnya saya mengira Malioboro ini hanyalah sebuah wisata di Kota Yogyakarta yang menyuguhkan fasilitas seperti pasar saja.

Tetapi opini saya seperti ditampik mentah-mentah pada saat saya melihat secara langsung bagaimana keadaan pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki saya di kota tersebut . Di sana, hawa malam yang dingin pun terasa terlupakan karena pengaruh perasaan takjub dan kagum melihat keadaan yang ada di sana yang menurut saya sangat berbeda dengan kota yang saat ini saya tempati.

Di dekat Museum Vredeburg saya dapati sebuah acara seni yang saya tidak tahu pasti apa isinya tetapi kalau dilihat melalui beberapa susunan acaranya pertunjukkan ini dimaksudkan untuk menunjukkan persatuan berbagai suku yang ada di kota ini yang diperankan oleh para mahasiswa.

Uniknya, pada akhir pertunjukkan,mereka mematikan semua lighting dan ada satu scene di mana para mahasiswa tersebut berbaris dan memegang masing-masing satu lilin serta menyanyikan lagu Tanah Air yang cukup membuat saya berlinang air mata.

Setelah puas melihat pertunjukkan tersebut,saya dan keluarga langsung menuju Pasar Malioboro itu sendiri. Sebuah jalan yang sangat lebar di kanan dan kiri Jalan Raya Malioboro lengkap dengan lampu antik yang menambah kesan jadul tetapi tetap nyaman . Gemerlap malam di sana seakan mengisyaratkan kepada ku bahwa dia akan menemaniku hingga pagi menjelang tanpa terlelap sedikit pun.

Salah satu jantung wisata Kota Yogyakarta ini pun memang sudah sangat santer terkenal dengan sebutan “tak pernah tidur”. Sangat ramai orang-orang yang mengunjungi tempat ini, Para pedagang menggelar semua dagangan mereka berharap ada yang sudi membeli. Banyak juga musisi-musisi jalanan yang menyelenggarakan pertunjukkan “kecil-kecilan” yang meramaikan dan menambah riuhnya suasana malam tersebut.

Rembulan malam pun tersenyum seolah-olah turut menikmati suasana malam itu . Setelah puas berbelanja sekitar pukul 23.00 WIB,saya dan keluarga memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.

Esoknya setelah menikmati fasilitas hotel dan check out sekitar pukul 13.00 WIB saya dan keluarga memutuskan untuk kembali ke Kota Sidoarjo setelah menikmati dan menjajal indahnya malam di Malioboro, sebuah tempat yang mengagumkan dan meninggalkan kesan tersendiri di hati saya.

Penulis : Aura Maganta Dwinanisa Widodo

Instagram : @auramaganta

related posts