SPORTOURISM – Suasana liburan mulai menyapa ketika aku selesai mengerjakan ujian semesterku di bulan Januari. Setelah itu, aku berpikir untuk bereuni dengan teman-teman SMA ku. Aku lantas menghubungi mereka lewat group chat yang kita punya, gayung bersambut beberapa jam kemudian mereka langsung mengiyakan.

Setelah semua setuju, kita mulai mencari pilihan destinasi yang akan dituju untuk liburan kali ini. Berbagai pilihan kita usulkan saat itu untuk menjadi destinasi pilihan kita, baik destinasi wisata yang ada di dalam maupun luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akhirnya, pilihan kita jatuh kepada kawasan ekowisata Hutan Mangrove Wana Tirta Kulonprogo. Sebuah kawasan ekowisata hutan mangrove yang terletak di Dusun Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta.
Kenapa hutan mangrove yang jadi pilihan?

Suasana Baru Bagi Pariwisata Yogyakarta

Biasanya tempat-tempat seperti Candi Prambanan, Malioboro, Pantai Parangtritis, dan Gunung Merapi menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. Namun, liburan kali ini kami ingin mencari suasana baru ketika berwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal ini yang membuat kita memilih hutan mangrove sebagai destinasi untuk berlibur. Selain itu, berlibur di Hutan Mangrove Kulonprogo dapat membuat anda serasa berada di Surabaya maupun Kalimantan yang juga memiliki ekosistem mangrove.

Hutan Mangrove Wana Tirta, Yogyakarta

Akses yang Mudah

Letak dari Hutan Mangrove Wana Tirta yang berada di Kabupaten Kulonprogo yang dapat ditempuh melalui ringroad utara maupun selatan lalu dilanjutkan ke arah Jalan Wates menuju arah Pantai Congot yang notabene-nya jalan nasional  membuat kontur jalan yang baik dan tidak banyak tanjakan juga tikungan tajam sepanjang perjalanan sehingga dapat dilalui oleh berbagai macam kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.           

Biaya Wisata yang Relatif Murah

Liburan biasanya membuat kita harus merogoh kocek lebih dalam. Tetapi, ungkapan ini sepertinya tidak berlaku saat kita sedang mengunjungi Hutan Mangrove Wana Tirta. Ini karena dengan membayar Rp 5.000 / orang untuk biaya retribusi dan juga Rp 5.000 untuk parkir kendaraan roda empat atau Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua.

Kita sudah bisa menikmati keindahan dari Hutan Mangrove Wana Tirta. Berbagai fasilitas yang tersedia juga secara gratis seperti walking trek, spot foto, jembatan gantung. Namun, jika ingin menyewa kapal cukup dengan Rp 10 ribu saja. Sungguh murah bukan?

Liburan Sambil Belajar

Hutan Mangrove Wana Tirta, Yogyakarta

Mungkinkah liburan sambil belajar? Hutan Mangrove Wana Tirta menjadi jawabannya. Ini karena hutan mangrove dijadikan sebagai kawasan edukasi, sehingga membuat kita dapat mengenal serta menambah pengetahuan kita akan pentingnya tanaman mangrove bagi alam dan lingkungan kita.

Dua hari setelah kita memutuskan untuk berlibur ke Hutan Mangrove Wana Tirta, pada pagi harinya kita memulai perjalanan menuju Hutan Mangrove Wana Tirta. Berbekal pengetahuan ke arah Kulonprogo dan dengan petunjuk Google Maps kita memulai perjalanan.

Jalanan yang begitu lengang membuat kita dapat berbincang satu sama lain, mendengarkan alunan lagu dari radio, dan juga mengabadikan setiap momen seru di mobil sepanjang perjalanan.

2,5 jam perjalanan untuk sampai di Hutan Mangrove Wana Tirta. Perjalanan tak terasa lama karena sepanjang perjalanan disuguhkan oleh panorama indah dari persawahan, pegunungan , dan lingkungan dari Kabupaten Kulonprogo yang masih asri.

Akhirnya sampailah kita di Hutan Mangrove Wana Tirta. Setelah membayar retribusi dan biaya parkir, lalu kita melanjutkan perjalanan selama 5 menit dari area parkir ke kawasan hutan mangrove.

Hutan Mangrove Wana Tirta, Yogyakarta

Apa saja yang bisa kita lakukan di sini?

Walking Track

Hutan Mangrove Wana Tirta menyediakan rute sekitar dua kilometer bagi  para pengunjung untuk menikmati keindahan ekosistem mangrove yang ada. Bosan? Tentu tidak karena sepanjang perjalanan kita melewati lorong, jembatan , dan juga beberapa spot- foto yang tentunya berlatar mangrove bagi wisatawan. Sepanjang perjalanan pengelola juga memberikan petunjuk arah untuk wisatawan sehingga tidak perlu khawatir jika tersesat.

Menyeberang Jembatan Gantung Api-Api

Jembatan Gantung Api-Api menghubungkan area hutan mangrove yang terpisah oleh Sungai Bogowonto. Jembatan ini juga cocok bagi wisatawan dengan adrenalin tinggi. Ini karena setiap langkah kaki yang kita ayunkan membuat bagian pijakan dan pegangan dari jembatan tersebut ikut bergoyang tepat di atas aliran Sungai Bogowonto.

Wisata Perahu di Sungai Bogowonto

Selain dari walking track, hutan mangrove dapat dinikmati di atas aliran sungai dengan kapal. Dengan uang Rp 5.000 kita sudah dapat menikmati pemandangan hutan mangrove dari atas sungai menggunakan kapal. Selain itu, kita juga dapat menjumpai panorama indah khas pesisir mulai dari hutan bakau, tambak udang, hingga pasir pantai. 

Hutan Mangrove Wana Tirta, Yogyakarta

Berfoto dan Menikmati Keindahan Panorama Hutan Mangrove

Wisata hutan mangrove membuat kita serasa menyatu dengan alam, keindahan mangrove yang menciptakan lorong-lorong saat kita melewatinya membuat kita dapat berfoto dengan tema folk saat kita mengabadikannya.

Ada pula berbagai spot-foto yang unik dan kreatif berlatar belakang mangrove yang disediakan oleh pengelola membuat kita tak henti-hentinya untuk mengabadikan moment saat berlibur di Hutan Mangrove Wana Tirta.

Seharian sudah kita menikmati keindahan Hutan Mangrove Wana Tirta. Walaupun tidak diakhiri dengan menikmati sunset di sana karena hujan melanda, perjalanan ini tetap menjadi salah satu perjalanan yang mengesankan.

Sebuah perjalanan dengan teman lama yang sangat menyenangkan ibarat menyusun kembali sebuah puzzle yang telah berpisah satu sama lain. Semoga di liburan berikutnya kita bisa kembali berlibur bersama  dengan destinasi indah lainnya. See you soon next holiday!

Penulis                 : Kevin Orkananda
IG                        : @orkanandakevin
Twitter                  : @orkanandakevin
FB                        : Kevin Orkananda

related posts