SPORTOURISM – Perjalanan memiliki makna lebih dari sekedar berwisata atau menyegarkan pikiran saja, melainkan menjadi cara terbaik untuk mengenal Ibu Pertiwi tempat kita lahir dan dibesarkan secara lebih dekat dan nyata.

Berbicara tentang perjalanan, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saat libur Galungan bulan November 2017. Dalam perjalanan ini saya tidak sendiri, tapi bersama ketiga teman yaitu Thalia, Fahrul, Bangga. Kami sangat senang Traveling, apalagi explore keindahan pulau tempat kami tinggal.

Kami memulai perjalanan dari satu titik selatan ke titik timurnya Bali, yaitu Karangasem. Bali Timur merupakan tempat yang cocok untuk relaksasi, mendapatkan ketenangan dan mengistirahatkan pikiran. Daerah ini terbilang masih cukup asri dan belum tersentuh pengaruh modernisasi seperti Bali Selatan.

Kami akan mengunjungi destinasi wisata yang belum banyak dikenal oleh wisatawan, yaitu Pantai Amed. Pantai ini terletak di ujung timur pulau Bali dan dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan. Perlu kalian ketahui, wilayah Amed ini dulunya terkenal dengan produk garam lautnya yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat lokal di sana.

Akan tetapi dengan perkembangan pariwisata di Bali khususnya Karangasem sendiri, sekarang Amed sudah diketahui memiliki keindahan alam serta biota lautnya, sehingga Amed banyak dikenal menjadi daerah tujuan wisata bahari di pulau Bali.

Amed merupakan tempat yang cocok untuk snorkeling. Snorkeling merupakan salah satu olahraga air di mana kegiatannya berenang atau menyelam dangkal di laut bebas dengan menggunakan alat berupa masker selam dan snorkel serta dibantu dengan kaki katak untuk menambah daya dorong pada kaki.

Salah satu kelebihan jika kalian snorkeling di Amed yang tidak dimiliki oleh daerah lain adalah jaraknya yang begitu dekat dari pinggir pantai, dari segi cost, tentu akan lebih hemat. Jika kalian punya banyak waktu, banyak sekali spot bagus untuk snorkeling di kawasan Amed.

Misalnya pantai Lipah, Japanese Ship Wreck, dan Pantai Jemeluk. Dari ketiga spot itu terdapat kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya saya akan menjelaskan secara detail spot-spot yang kalian harus datangi ketika ke Amed.

Japanese Ship Wreck

Spot Snorkeling di Amed, Bali

Spot pertama yang kami kunjungi adalah Japanese Ship Wreck yang terletak sekitar kurang lebih 2Km. Kami berempat sangat excited menyambut pagi ini karena kami akan melakukan aktivitas snorkeling. Bayangkan saja, kami hanya bisa melakukan aktivitas ini ketika ada waktu luang dan juga uang haha.

Jika di Tulamben ada American Ship Wreck memiliki kapal yang sangat besar, di tempat ini juga ada Ship Wreck tapi kapal karam Jepang ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan kapal yang ada di Tulamben, panjangnya saja hanya sekitar 15 meter.

Waktu yang paling tepat untuk ke tempat ini adalah di pagi hari karena ketika mulai memasuki siang menuju sore hari ombak cukup besar di tempat ini, menurut informasi yang saya dapat.

Menurut saya pribadi air di sini jernih walau ombaknya cukup tinggi, tapi kami tetap menikmati aktivitas yang kami lakukan. Jika kalian ingin melihat Ship Wreck, disarankan untuk snorkeling di pagi hari agar bisa terlihat secara jelas.

Pantai Lipah

Spot Snorkeling di Amed, Bali

Setelah puas menikmati Snorkeling di spot pertama, Lokasi kedua terletak di belakang Pondok vienna beach bungalow, di awal sempat ragu untuk melakukan snorkeling di sini, alhasil pengelola memberitahu bahwa snorkeling terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya.

Hal ini membuat kami senang dan langsung bersiap melakukan aktivitas snorkeling. Untuk pantainya sendiri cukup sepi, hanya ada beberapa wisatawan yang melakukan snorkeling. Kalau boleh jujur, kami snorkeling hanya sebentar saja, mungkin karena kurang menikmati suasananya, tapi setidaknya kami telah mencoba lokasi ini sebagai spot untuk snorkeling.

Pantai Jemeluk

Spot Snorkeling di Amed, Bali

Spot terakhir yang kami kunjungi adalah Jemeluk Bay. Bisa diketahui, lokasi ini  terbilang cukup favorit, karena lokasinya yang strategis. Keuntungan yang didapat dari pantai ini adalah arusnya yang lebih tenang.

Terdapat satu keunikan yang bisa ditemukan di sini, kalian akan melihat sebuah kotak pos yang sedikit mirip dengan pura dan berada di dasar laut yang ditenggelamkan sedalam 5M oleh pengelola agar menjadi daya tarik di sini. Selain kotak pos tadi, saya mengamati karang di sini banyak yang sudah mati, tetapi ikan-ikan terbilang cukup banyak dan bervariasi.

Selain itu di Jemeluk Bay kalian juga bisa menikmati sunset, bersantai, bahkan melihat orang pacaran (maafkan buat para jomblo) serta melihat langsung view Gunung Agung dari atas pantai Jemeluk Bay. Sungguh, perpaduan yang luar biasa jika kalian melakukan perjalanan ke Amed ini.

Nah, itu tadi penjelasan spot snorkeling yang bisa kalian kunjungi saat berada di Amed. Tapi ingat, jika melakukan snorkeling harus selalu menjaga keindahan pantai dan biota laut yang ada, tidak menginjak karang, tidak menangkap ikan, serta tumbuhkan rasa peduli jika ada sampah di sekitar kalian untuk dibuang pada tempatnya

Penulis      : Adilah Ata Nazhima

Instagram : dilahatha

Line          : dilahatha

Twitter      : @dilahatha

Facebook  : Dilah Atha Nazhima

Website : thejuniorbackpack.com