SPORTOURISM - Awal Februari tahun 2016, aku dan gengges berlibur ke pulau Bali. Sama sekali tidak ada jadwal pasti dalam list petualangan kami. Di suatu siang setelah kami menghabiskan rupiah di pasar Ubud, kami mulai mencari destinasi wisata murah meriah.

Dalam pencarian di dunia maya, kami menemukan rekomendasi wisata Pura Tirta Empul. Hanya dengan 15.000 rupiah, kita bisa memasuki wisata alam khas pulau Bali. Setelah sebelumnya terusir dari wisata Goa Gajah, pergilah kami menuju Pura Tirta Empul.

 

Sepintas mengenai Pura Tirta Empul, bisa diartikan namanya sebagai pura yang airnya memancar atau keluar dari tanah. Menurut legenda, dulu terdapat raja yang melarang rakyatnya berdoa pada dewa. Para dewa marah dan menyerang sang raja. Raja yang ketakutan, kabur ke desa Manukaya, kecamatan Tampak Siring, kabupaten Gianyar dan membuat air mata beracun supaya diminum oleh pasukan dewa. Mengetahui hal ini dewa menancapkan tombaknya dan muncullah air suci yang hingga kini masih memancar.

Menelaah nama dan legenda pura ini, kami curiga bahwa kami hanya akan melihat air mancur saja. Tapi ternyataaa, banyak sekali yang bisa dieksplore di tempat ini. Di pintu masuk kami disambut oleh gerimis, loket yang belum jadi dan para guide yang menawarkan kamen (semacam sarung adat Bali). Berhubung loket belum jadi, kami bingung harus beli tiket dimana, maka kami masuk tanpa bayar setelah tanpa malu mengambil kamen (jangan dicontoh ya!).

Masuklah kami ke bagian terluar yang disebut ‘Nista Mandala’. Di bagian ini kita akan menemukan sebuah pintu gerbang yang Bali banget. Selain itu terdapat balairung yang cukup luas – aku tidak tau fungsinya untuk apa, tapi saat itu lumayan buat kami berteduh sambil memasang kamen. Selanjutnya, masuklah kami di bagian tengah yang disebut ‘Madya Mandala’ dimana terdapat kolam air berbentuk persegi panjang tempat para manusia melukat atau melebur. Pada kolam ini ada pancuran air yang punya nama dan manfaat masing-masing seperti untuk mengobati penyakit, mensucikan diri, menghilangkan kutukan, bahkan supaya cepet dapat jodoh.

Tradisi melukat merupakan tradisi mandi menggunakan air suci. Tidak hanya bagi penganut Hindu, tradisi ini juga bisa dirasakan oleh wisatawan lokal maupun interlokal namun harus mengikuti peraturan yang ada. Di bagian ini, kita juga bisa melihat sumber mata air tempat dewa menancapkan tombaknya - meskipun sekarang sudah tidak ada tombaknya. Sayangnya kita tidak bisa numpang cuci kaki karena dipagari tinggi.

 

Nah, setelah mandi di kolam, para manusia ini digiring ke bagian dalam yang disebut ‘Utama Mandala’. Di sini, mereka yang sudah mandi harus bersemedi berdoa atas apa yang diharapkan ketika mandi tadi. Di bagian ini terdapat banyak sekali pura. Bahkan kita bisa dengan mudah menemukan gadis, ibu, bahkan nenek Bali yang cantik dengan pakaian adatnya.

Selain mengintip orang mandi, kita juga disuguhi bangunan megah dengan nuansa modern Istana Kepresiden yang dibangun tahun 1957 oleh Ir.Soekarno. Konon katanya, presiden pertama kita itu sering berkunjung ke istana ini dan turut mengintip ritual mandi dari suatu tempat di bangunan itu. Tapi kita tidak tahu. Jadi, mau berkunjung ke Tirta Empul? Kali aja dapet jodoh. Karena Bali gak melulu soal pantai bukan?

  

Nama  : Widanti Amanda Pusparini

Twitter: @Widanti_Arin

Fb: Widanti A Pusparini

 

related posts