SPORTOURISM – Jika ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk pusat Kota Ubud, maka Bukit Campuhan adalah jawabannya. Bukit Campuhan mudah diakses. Lokasinya hanya beberapa meter dari jalan utama, di kawasan Pura Gunung Lebah.

Teman-teman juga dapat menuju Bukit Campuhan melalui Warmick Ibah Villas and Restaurant, akan ada papan petunjuk di sana. Oleh karena itu, Bukit Campuhan pantas disebut sebagai pelarian singkat para turis dari jantung kota Ubud.

Mengapa disebut pelarian? Karena Bukit Campuhan menawarkan view yang berbeda, yaitu ilalang, sawah, tebing, dan segudang udara bersih untuk dimasukkan ke dalam paru-paru.

Kalau teman-teman memulai rute hiking dari sisi sebelahnya, maka harus lebih dulu melewati sebuah desa. Motor atau kendaraan dapat di parkir di dekat pintu masuk, baik di halaman penginapan atau di rumah penduduk sekitar.

Jalan setapak di Bukit Campuhan  membentang kurang lebih  5,5 mil (membentuk sebuah jalur putar yang dimulai dan berakhir di kota). Meski begitu, kebanyakan orang/ wisatawan memilih untuk hiking hanya 1-2 mil pertama (sampai ke Karsa Cafe and Spa, lalu kembali ke pintu masuk).

Termasuk saya dan suami juga berjalan tidak terlalu jauh. Begitu melewati track dengan pemandangan seperti di foto IG yang populer, kami pun balik. Jika dihitung dalam jam, maka Bukit Campuhan dapat ditempuh selama 30 menit berjalan kaki dengan catatan nggak berhenti-henti buat foto.

Lima puluh meter pertama jalur ini cukup curam, tapi setelah itu biasa saja. Saat kami ke sana, tak hanya wisatawan mancanegara saja yang menikmati pesona Bukit Campuhan, tapi juga warga lokal.

Sayang, ada masyarakat lokal yang menjadikan Bukit Campuhan sebagai tempat pacaran. Bayangkan saja ketika hiking eh di tengah jalan atau di pinggir tebing ada muda-mudi yang sedang berasyik-masyuk, kan jadi gimana gitu.

Lintasan hiking di Bukit Campuhan cocok untuk keluarga dengan anak-anak. Saya dan suami sempat selisipan jalan dengan anak-anak bule. Kalau saya membandingkannya dengan rute naik Gunung Batur, jelas jauh lebih ringan.

Salah satu ulasan di TripAdvisor bahkan mengatakan Bukit Campuhan mungkin agak mengecewakan bagi wisatawan yang lebih berpengalaman dalam hal hiking. Ya, Bukit Campuhan memang menawarkan track yang pendek, mudah, dan pemandangan yang mengesankan.

Saya yakin teman-teman tidak menyangka ada kawasan seperti itu dekat dari kota. Saya punya beberapa panduan nih kalau teman-teman mau hiking di Bukit Campuhan:

  1. Sebaiknya hiking di pagi atau sore hari, agar matahari tidak menyengat

Bonusnya teman-teman dapat melihat sunrise atau sunset yang luar biasa dari atas bukit.

  1. Gunakan sepatu kets, atau alas kaki yang nyaman

Ada sih yang lari atau jalan cepat tanpa alas kaki gitu. Walaupun track -nya bagus (ada jalan setapaknya), tetapi saya tetap menyarankan untuk menggunakan alas kaki.

  1. Bawa air

Penting, karena di sepanjang jalur Bukit Campuhan tidak ada warung atau supermarket. Adanya di bagian ujung, yaitu berupa kafe-kafe dan spa yang juga menyediakan makanan dan minuman.

Saya rasa sebotol air mineral sudah cukup untuk menemani perjalanan teman-teman. Saya sendiri waktu itu juga bawa cokelat, buat mengisi tenaga yang terkuras karena hiking.

  1. Memulai atau mengakhiri hiking di Karsa Cafe and Spa

Tips untuk yang tidak mau hiking terlalu jauh adalah naik taksi atau kendaraan ke Karsa Café and Spa, lalu jalan kaki ke bawah menuju Ubud. Saya sendiri sebenarnya nggak ngeh Karsa Cafe and Spa yang terkenal itu berada di sebelah mana. Baru setelah melihat fotonya di internet, sepertinya saya dan suami sempat melewati kafe tersebut.

View di sekeliling kafe memang indah sih. Pantas turis asing pada betah. Teman-teman bisa mengisi perut dan dahaga sembari memandang padi yang berwarna hijau keemasaan. Teman-teman juga dapat melepas penat dengan dipijat. Kalau ke Ubud lagi, kayaknya wajib mencoba spa di sini nih.

  1. Bawa kamera

Jangan lupa foto kalau kemari. Bisa pakai smartphone juga sih, nggak harus kamera. Para fotografer profesional mungkin suka dengan sunrise dan sunset dari atas Bukit Campuhan. Hiking iya, badan menjadi bugar juga iya. Mata menjadi segar, karena melihat bukit hijau. Pernapasan menjadi lega, karena menghirup oksigen yang jumlahnya berlimpah ruah.

Kalau teman-teman suka traveling dengan sedikit petualangan, saya pastikan Bukit Campuhan layak untuk disinggahi. Makasih ya Pak Suami yang sudah mengajak saya ke sini. Meskipun awalnya ngos-ngosan, tapi lama-lama menikmati dan puas dengan yang keenam indera saya rasakan di Bukit Campuhan.

Penulis : Dian Farida Ismyama

Blog: www.ismyama.com

Twitter: @dian_ismy

IG: @dian_ismyama

FB: Dian Farida Ismyama

related posts