SPORTOURISM – Ada yang berpendapat kalau traveling itu bagian dari pemborosan, tapi tidak bagiku. Traveling bagian yang diperlukan untuk jiwa Saya. Melihat suasana baru yang membuat Saya dapat melupakan rasa negatif dan membuat pikiran segar kembali. Saya sudah banyak mengunjungi tempat wisata, terutama di tempat asal Saya, Tanjungpinang.

Semua wahana pantai disana telah Saya kunjungi, feelingnya selalu sama sejuk dan nyaman. Di tulisan ini Saya akan membagikan keseruan dan kejenakaan salah satu dari perjalanan traveling yang saya alami di Jogja, tepatnya daerah Gunungkidul.

Pertama kali Saya ke Jogja, yang Saya pikirkan adalah wisatanya. Terlalu banyak tempat wisata populer di Jogja. Setiap wisatawan lokal maupun mancanegara tidak akan ragu dengan keindahan tempat wisata di Jogja. Pengalaman ini Saya beri judul “Jalan-Jalan Ke Air Terjun Sri Gethuk”.

Sekilas tentang tempat wisata ini, Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu tempat wisata yang berlokasi di Kecamatan Playen, Gunungkidul. Air terjun ini berada di tepi Sungai Oyo. Ada dua alternatif menuju lokasi air terjun, Kita bisa menempuh dengan berjalan kaki ataupun menggunakan rakit.

Honor untuk refreshing

Pengalaman Saya mengunjungi tempat wisata itu bermula ketika Saya mengalami masa sebagai job seeker. Status Saya masih menganggur dan hanya pekerja freelance sebagai asisten dosen. Sambil mencari pekerjaan yang sesuai, saya membantu dosen terkait pemenuhan data penelitian. Tanggal 15 April 2016, Saya mendapatkan honor atas pekerjaan saya sebagai asisten dosen.

Terlintas di pikiran saya untuk jalan-jalan, apalagi saat itu saya sedang berada di Jogja. Sangat disayangkan jika melewatkan kesempatan itu. Saya mengajak adik yang sedang kuliah di Jogja. Kebetulan dia tidak ada jadwal kuliah di hari itu. Secara spontan saya memerintah dia untuk searching di internet tempat wisata yang belum pernah Kami kunjungi sebelumnya di Jogja.

Ketemulah lokasi Air Terjun Sri Gethuk, namun tidak satu pun dari Kami tahu lokasi wisata tersebut. Akhirnya Kami menggunakan google map untuk membantu mengarahkan lokasi tersebut. Semua serba dadakan. Keinginan jalan-jalan yang mendadak membuat Kami kurang persiapan dan membawa keperluan seada-nya.

Bagian tawa dari traveling

Berangkatlah Kami jam 07:00 pagi, bermaksud untuk menghindari panas matahari dan padatnya lokasi wisata. Saya yang membawa motor dan adik memegang HP dengan GPS serta mapnya. Mengikuti petunjuk sesuai dengan yang tertera di map. Kami berpikir perjalanan hanya membutuhkan waktu satu jam.

Namun ternyata belum setengah perjalanan, jarum jam sudah mengarah keangka 08:30. Sejenak Kami beristirahat Di Mini Market sekedar melepas dahaga dan mengisi ulang baterai HP yang hampir kosong dikarenakan tidak terisi penuh sebelum berangkat.

Menurut google map durasi waktu yang diperlukan untuk sampai tinggal 30 menit lagi. Setelah merasa cukup dengan istirahat, segeralah kami melanjutkan perjalanan Ke Sri Gethuk. Tidak sampai 30 menit kami sudah sampai ke tempat tujuan sesuai yang diarahkan google map. Tapi terlihat aneh, karena lokasi tidak sesuai dengan referensi internet yang kami lihat di awal.

Bertanyalah saya ke salah satu penjaga. Ternyata kami nyasar cukup jauh. Saya kembali melihat map yang terdapat di HP, akhirnya ketahuan penyebab masalahnya. Kami tidak menyadari jika kami salah ketik lokasi wisata. Kami hanya bisa tertawa sembari mengetik kembali lokasi Air Terjun Sri Gethuk di mapnya.

Kembali Kami harus melanjutkan perjalanan ke lokasi yang Kami inginkan. Masih dengan tawa, Kami menikmati perjalanan. Matahari yang sudah mulai menampakkan kejantanannya dan suhu mulai panas, tidak mau kalah dengan kami juga dengan kejantanan yang meningkat tetap melanjutkan perjalanan sambil melihat map untuk tidak kehilangan arah lagi.

Jalanan yang mulai menanjak dan berliku menuju ke Gunungkidul. Suasana jalan dikelilingi beberapa rumah penduduk dan hutan yang lebat. Terlihat beberapa pedagang belalang menjajakan dagangannya di pinggir jalan yang menanjak dan berliku itu. terlihat beberapa wisatawan yang memarkirkan kendaraannya, ada yang sedang istirahat dan ada yang membeli kuliner belalang tersebut.

Pemandangan yang dinanti

Air Terjun Sri Gethuk

Setelah melewati jalan hutan dan berliku, terlihat juga ada pemukiman ramai seperti perkotaan. Memelankan kendaraan karena terlihat lampu lalu lintas yang berwarna merah. Seketika itu juga tepat di atas lampu lalu lintas itu terlihat papan petunjuk jalan mengarah ke kanan yang menuju ke Air Terjun Sri Gethuk. Sampai di situ, Kami hanya berpatokan ke arah petunjuk jalan saja.

Selain Kami sudah yakin dengan apa yang Kami tuju, sinyal HP mulai melemah menujukan tanda-tanda lost signal. Makin siang makin semangat, sudah tidak peduli lagi dengan kemungkinan padatnya wisatawan. Di pikiran Kami hanya sampai ke tempat tujuan.

Sampailah Kami pintu gerbang Air Terjun Sri Gethuk. Ternyata harga tiket masuknya sangat terjangkau hanya Rp. 10.000/orang. Tidak terlalu ramai ternyata, hanya beberapa wisatawan menggunakan sepeda motor dan satu armada bus pariwisata yang terparkir. Kami memilih berjalan kaki untuk menyusuri lokasi wisata. Menyusuri jalan setapak dan anak tangga di pinggiran Sungai Oyo.

Air Terjun Sri Gethuk

Sepanjang jalan terdapat beberapa tempat peristirahatan yang menjual “Kelapa bakar”. Sesuatu yang harus kami cicipi selepas dari lokasi wisata. Memerlukan waktu 10 menit untuk menyusuri lokasi dengan berjalan kaki. Namun hasil yang Kami peroleh sesampai di lokasi adalah “WAOOO.. KEREN BANGET”.

Derasnya air terjun yang mengalir dari hulu ke hilir. Terdapat tiga titik air terjun, ditambah lagi tekstur bebatuan yang tersusun amat sangat indah seperti membentuk sebuah pola. Tidak ada momen yang Kami lewatkan. Semua Kami dokumentasikan dari berbagai spot yang ada, selagi pengunjung belum ramai berdatangan.

Tidak ada terlintas rasa lelah yang saya rasakan lagi selama perjalanan menuju lokasi. Semua terasa tanpa beban dengan hasil yang saya dapatkan. Sungguh indah, duduk di bebatuan berasa model yang sedang difoto untuk di masukan ke majalah ternama. Ditambah dengan cuaca cerah dan hangat yang sangat mendukung Kami menikmati suasana itu.

Benar, apa yang dituliskan atau dikatakan pecinta traveling. Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa traveling membuat kita dikelilingi energi positif, it’s true. Kami juga merasakan hal yang sama, saya merasakan jika perasaan ini dapat saya tularkan di kehidupan saya sehari-hari, dunia pekerjaan, kebiasaan sehari-hari, dan lainnya.

Kenapa harus ke sini?

Air Terjun Sri Gethuk

Keindahan dari tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk yang selalu mengundang decak kagum. Ini salah satu dari keindahan di Jogja yang terlalu bernilai. Saya sangat merekomendasikan tempat wisata ini bagi anda yang baru atau akan Ke Jogja.

Bahkan bagi Anda pecinta traveling atau backpacker untuk menyempatkan diri singgah ke tempat indah ini. Banyak hal-hal baru yang akan Anda dapatkan, tentunya yang bernilai positif. Saya sangat bersyukur bisa menyempatkan ke tempat ini, saya meyakini hal yang sama juga akan berpengaruh kepada Anda. 

Penulis       : Taufik Margi Widodo

Instagram  : @taufikm.widodo

Facebook    : www.facebook.com/taufik.widodo.98